Lompat ke konten
Jumat, 28 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Dunia

Jadwal Gerhana Bulan Parsial di Langit Arab Saudi dan Tata Cara Salat Gerhana

Langit Arab Saudi akan mengalami gerhana bulan parsial pada Jumat dini hari, 28 Agustus 2026, yang juga dapat diamati di sejumlah wilayah dunia.

AJEL Indonesia1 hari lalu · 2 mnt baca
Gerhana bulan parsial di langit Arab Saudi

Poin Utama

AI

Langit Arab Saudi akan mengalami fenomena astronomi pada Jumat dini hari, 28 Agustus 2026, berupa gerhana bulan. Gerhana ini bersifat parsial dan akan memengaruhi sejumlah kawasan di dunia Arab serta beberapa benua lainnya.

Gerhana Bulan

Menurut Badan Antariksa Saudi, gerhana bulan terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga Bulan melintasi bayangan Bumi.

Badan tersebut menjelaskan bahwa fase awal gerhana penumbra akan terlihat di seluruh wilayah Arab Saudi. Sementara itu, awal fase gerhana parsial dapat diamati di wilayah barat, utara, dan barat daya, serta sebagian wilayah tengah Arab Saudi. Adapun fase-fase berikutnya tidak akan terlihat karena posisi Bulan sudah berada di bawah cakrawala di Arab Saudi.

Rincian waktu gerhana (waktu Arab Saudi):

04.23: Awal penumbra (terlihat di seluruh wilayah)

05.33: Awal gerhana parsial (terlihat di beberapa wilayah)

07.12: Puncak gerhana (tidak terlihat)

08.51: Akhir gerhana parsial (tidak terlihat)

10.01: Akhir penumbra (tidak terlihat)

Selama fase gerhana parsial, bayangan Bumi akan menutupi sekitar 93% permukaan Bulan. Gerhana bulan ini dapat diamati di wilayah yang Bulannya masih tampak saat peristiwa terjadi, meliputi Amerika Utara, Amerika Selatan, serta sebagian Eropa dan Afrika.

Seluruh fase gerhana, dari awal hingga akhir, berlangsung sekitar lima jam tiga puluh delapan menit. Sementara durasi gerhana parsial sekitar tiga jam delapan belas menit.

Salat Gerhana

Salat gerhana merupakan sunah muakkad yang dapat dilakukan secara berjamaah maupun sendiri, sejak awal gerhana hingga selesai. Tata cara salat ini terdiri dari dua rakaat, masing-masing rakaat terdapat dua kali berdiri, dua kali bacaan, dua kali rukuk, dan dua kali sujud. Pada rakaat pertama, dimulai dengan takbiratul ihram, doa pembuka, membaca Al-Fatihah dan surat panjang, kemudian rukuk pertama yang panjang, berdiri kembali, membaca Al-Fatihah dan surat yang lebih pendek, lalu rukuk kedua, dilanjutkan dua sujud yang panjang. Rakaat kedua dilakukan dengan tata cara yang sama, namun lebih singkat, lalu diakhiri dengan tasyahud dan salam.

Untuk salat gerhana, muazin mengumandangkan "ash-shalatu jami'ah" (marilah salat berjamaah), tanpa azan maupun iqamah. Salat ini dianjurkan dilakukan setelah gerhana benar-benar tampak, dan pelaksanaannya di masjid bergantung pada hal itu. Dianjurkan pula memperbanyak doa, istigfar, takbir, dan sedekah hingga Bulan kembali normal dan gerhana berakhir.

Komentar (0)