Lompat ke konten
Sabtu, 1 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Dunia

Serangan Israel Hancurkan Gudang Obat Rumah Sakit di Gaza, Kerugian Capai Lebih dari 500 Ribu Dolar

Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Gaza melaporkan serangan langsung Israel pagi hari ini menghancurkan dua gudang obat dan perlengkapan medis serta merusak fasilitas lainnya.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 2 mnt baca
Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa Gaza rusak akibat serangan

Poin Utama

AI

Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Jalur Gaza menyatakan bahwa serangan langsung militer Israel pada pagi hari ini telah menghancurkan dua gudang obat-obatan dan perlengkapan medis secara total, serta menyebabkan kerusakan parah pada dua gudang lainnya dan salah satu gedung poliklinik.

Dalam pernyataan yang dikutip Al Jazeera, pihak rumah sakit menyebutkan bahwa serangan tersebut menyebabkan hilangnya dan rusaknya sejumlah besar bahan medis penting, serta menimbulkan kepanikan luas di kalangan pasien dan tenaga medis. Kerugian material awal diperkirakan melebihi 500 ribu dolar Amerika Serikat. Kerusakan ini sangat mengancam kemampuan rumah sakit untuk terus memberikan layanan medis dan menyelamatkan nyawa, di tengah kekurangan perlengkapan medis yang sangat parah dan belum pernah terjadi sebelumnya.

Pihak rumah sakit menegaskan bahwa serangan ini merupakan upaya sistematis untuk menghancurkan sisa sistem kesehatan, dan merupakan pelanggaran nyata terhadap Konvensi Jenewa serta hukum humaniter internasional yang menjamin perlindungan fasilitas medis.

Pernyataan tersebut juga menuntut Israel bertanggung jawab penuh, serta mendesak Organisasi Kesehatan Dunia, Palang Merah, dan lembaga-lembaga PBB untuk segera turun tangan dan mengirimkan tim lapangan guna mendokumentasikan kerusakan. Rumah sakit juga meminta komunitas internasional untuk segera mengirimkan bantuan medis guna mencegah bencana kesehatan yang mengancam ribuan pasien dan korban luka.

Sementara itu, Ketua Dewan Nasional Palestina, Rohi Fattouh, menyatakan bahwa penghancuran gudang obat-obatan dan perlengkapan medis di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir al-Balah oleh pasukan Israel merupakan kejahatan perang baru yang menambah daftar pelanggaran terorganisir yang menargetkan warga sipil dan infrastruktur kesehatan, serta merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa.

Fattouh menegaskan dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Palestina WAFA, bahwa kejahatan ini terjadi di tengah serangan harian terhadap rumah-rumah penduduk, pembunuhan anak-anak, perempuan, dan warga sipil, serta penghancuran kawasan permukiman, sebagai bagian dari kebijakan hukuman kolektif dan penciptaan bencana kemanusiaan yang semakin parah.

Ia menambahkan, pemerintah sayap kanan Israel di bawah kepemimpinan Benjamin Netanyahu secara sengaja menggagalkan kesepakatan yang dicapai di Kairo terkait transisi ke tahap kedua, dengan meningkatkan agresi dan melakukan lebih banyak kejahatan. Netanyahu juga terus memanfaatkan penderitaan rakyat Palestina dan kehancuran Gaza demi kepentingan politik dan elektoralnya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan bahwa rumah sakit di wilayah tersebut menerima 8 jenazah dan 76 korban luka dalam 48 jam terakhir hingga siang hari ini.

Jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 73.349 orang, dengan 174.162 orang terluka. Sejak gencatan senjata pada 11 Oktober lalu, total korban tewas bertambah menjadi 1.222 orang dan korban luka menjadi 4.053 orang, sementara jumlah korban yang ditemukan di bawah reruntuhan mencapai 804 orang. Masih terdapat sejumlah korban yang tertimbun di bawah reruntuhan.

Komentar (0)