Lompat ke konten
Kamis, 10 September 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Dunia

Iran: Penghentian Serangan Bergantung pada Komitmen AS Hentikan Serangan Udara

Seorang pejabat tinggi Iran menyatakan Iran akan menghentikan serangan selama Amerika Serikat tetap mematuhi penghentian sementara serangan udaranya.

AJEL Indonesia45 hari lalu · 1 mnt baca
Ilustrasi bendera Iran dan Amerika Serikat

Poin Utama

AI

Seorang pejabat tinggi Iran menyatakan Iran akan menghentikan serangannya selama Amerika Serikat tetap mematuhi penghentian sementara serangan udaranya yang terbaru.

Perkembangan ini terjadi setelah Amerika Serikat menghentikan kampanye pengeboman, menyusul saran dari para penasihat Gedung Putih kepada Presiden Donald Trump bahwa target yang tersedia mulai menipis dan kekhawatiran atas berkurangnya persenjataan Amerika.

Setelah 13 malam serangan udara intensif Amerika Serikat terhadap Iran, Departemen Pertahanan Amerika (Pentagon) secara tiba-tiba menghentikan operasi tersebut pada Jumat malam. Tidak ada laporan serangan Amerika pada Sabtu maupun Minggu ini.

Sumber pejabat tinggi Iran, yang meminta namanya dirahasiakan, mengatakan kepada Reuters, "Sikap Iran tetap 'membalas serangan dengan serangan'. Jika serangan dihentikan, Iran juga akan menghentikan operasinya. Kami sudah menyampaikan pesan ini kepada Amerika Serikat."

Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Mike Waltz, mengatakan kepada Fox News pada Minggu bahwa Trump memutuskan untuk menghentikan serangan Amerika sementara guna memberi lebih banyak waktu bagi upaya diplomasi.

Waltz menambahkan, "Ini memberi ruang bagi negosiasi dan memberikan kesempatan yang terbatas," tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Seorang pejabat Amerika yang juga meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan bahwa pejabat militer Amerika dalam beberapa hari terakhir memperingatkan bahwa serangan udara selama dua pekan terakhir yang bertujuan menghalau ancaman Iran terhadap pelayaran di Selat Hormuz telah menguras hampir seluruh target yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Pejabat tersebut menyebutkan bahwa melanjutkan operasi militer besar-besaran masih menjadi opsi, namun Jenderal Dan Keane, Ketua Kepala Staf Gabungan, telah memperingatkan Trump dalam diskusi pribadi bahwa langkah itu berisiko karena dapat berdampak negatif pada persediaan amunisi.

Pejabat itu menambahkan bahwa hal ini juga mencakup rudal pencegat yang digunakan oleh pertahanan udara Amerika di Timur Tengah.

Komentar (0)