Lompat ke konten
Minggu, 26 Juli 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Dunia

Dewan Kerja Sama Teluk Kutuk Pembakaran Masjid di Tulkarm, Tuntut Israel Bertanggung Jawab

Sekjen Dewan Kerja Sama Teluk, Jassim Mohammed Al-Budaiwi, mengutuk keras pembakaran masjid oleh pemukim di Desa Kour, Tulkarm, dan menuntut Israel bertanggung jawab.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 2 mnt baca
Sekjen Dewan Teluk kutuk pembakaran masjid di Tulkarm

Poin Utama

AI

Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama untuk Negara-Negara Teluk Arab, Jassim Mohammed Al-Budaiwi, mengutuk keras aksi kejahatan yang dilakukan para pemukim dengan membakar sebuah masjid di Desa Kour, Provinsi Tulkarm, serta mencoretkan slogan-slogan rasis di dindingnya. Ia menyebut serangan ini sebagai tindakan keji yang menargetkan rumah ibadah dan situs suci Islam, melanggar hukum internasional dan hukum humaniter internasional, serta memprovokasi perasaan umat Muslim di seluruh dunia.

Dalam pernyataan resminya hari ini, Al-Budaiwi menegaskan bahwa kejahatan keji ini merupakan bagian dari rangkaian pelanggaran dan serangan berkelanjutan yang menargetkan rakyat Palestina dan situs-situs sucinya. Ia menuntut pasukan pendudukan Israel bertanggung jawab penuh atas kejahatan ini dan serangan-serangan berulang lainnya, yang terjadi akibat kebijakan perlindungan dan pembiaran terhadap aksi para pemukim, sehingga mendorong impunitas dan menyebabkan eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan dan stabilitas kawasan.

Sekjen Dewan Kerja Sama Teluk menegaskan bahwa penyerangan terhadap rumah ibadah merupakan pelanggaran berat terhadap kesucian tempat-tempat suci, serta pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan perjanjian internasional yang menjamin perlindungan situs keagamaan dan kebebasan beribadah.

Al-Budaiwi menyerukan kepada komunitas internasional, Dewan Keamanan PBB, serta organisasi hak asasi manusia dan kemanusiaan, untuk menjalankan tanggung jawab hukum dan moral mereka, bertindak segera menghentikan pelanggaran serius ini, mengadili para pelaku, dan memberikan perlindungan internasional bagi rakyat Palestina dan situs-situs sucinya. Ia menegaskan bahwa terus berdiamnya dunia internasional atas kejahatan-kejahatan ini hanya akan mendorong terulangnya insiden serupa dan menghambat tercapainya keamanan dan perdamaian di kawasan.

Sekjen Dewan Kerja Sama Teluk kembali menegaskan posisi tetap dan dukungan dewan bagi rakyat Palestina, serta pendirian negara Palestina merdeka dengan perbatasan tahun 1967 dan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, sesuai resolusi legitimasi internasional dan Inisiatif Perdamaian Arab.

Komentar (0)