Lompat ke konten
Sabtu, 8 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Ekonomi

Menteri Perminyakan Irak: Krisis Hormuz Pengaruhi Ekspor Minyak Mentah, Solusi Diperlukan

Menteri Perminyakan Irak, Basim Muhammad Khudair, menyatakan krisis di Selat Hormuz berdampak pada ekspor minyak mentah dan menekankan perlunya solusi agar tidak terulang.

AJEL Indonesia2 jam lalu · 1 mnt baca
Menteri Perminyakan Irak Basim Muhammad Khudair

Poin Utama

AI

Menteri Perminyakan Irak, Basim Muhammad Khudair, mengatakan krisis di Selat Hormuz telah berdampak pada ekspor minyak mentah dan menegaskan perlunya mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang.

Ia menambahkan, sebelum perang, Irak mengekspor sekitar 3,4 juta barel minyak per hari melalui Selat Hormuz. Namun, jumlah ekspor melalui jalur ini menurun setelah perang, sehingga diperlukan solusi jangka panjang untuk mendiversifikasi jalur ekspor, menurut laporan Kantor Berita Irak (INA).

Khudair juga menyampaikan bahwa kementeriannya berupaya mengembangkan industri minyak, meningkatkan produksi dan ekspor, membangun infrastruktur, serta memperbesar investasi dan menarik perusahaan global untuk mengoptimalkan pemanfaatan minyak dan gas.

Ia menambahkan, Irak membutuhkan pembangunan infrastruktur modern setelah mengalami lima dekade penuh tantangan akibat perang dan terorisme. Ia menegaskan, pemerintah Irak terus menjalankan programnya dan bertekad menjadikan Irak sebagai negara terdepan, yang akan berdampak positif pada kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Komentar (0)