Lompat ke konten
Jumat, 9 Oktober 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Ekonomi

Mata Uang Iran Anjlok ke Level Terendah Sepanjang Sejarah terhadap Dolar

Nilai tukar rial Iran jatuh melewati 200.000 toman per dolar AS untuk pertama kalinya, di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat dan sanksi baru.

AJEL Indonesia45 hari lalu · 1 mnt baca
Uang kertas rial Iran dan dolar AS

Poin Utama

AI

Nilai tukar mata uang Iran mencatat penurunan historis yang belum pernah terjadi sebelumnya, melewati ambang 200.000 toman (dua juta riyal) per dolar Amerika Serikat untuk pertama kalinya pada akhir perdagangan hari Minggu.

Kurs dolar tercatat sebesar 200.050 toman, sementara euro mencapai rekor baru di 233.700 toman, menurut data dari pemantau pasar valuta asing Iran.

Penurunan tajam ini terjadi seiring pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pejabat Departemen Keuangan AS mengenai rencana Washington memberlakukan paket sanksi baru yang bertujuan menekan ekonomi Iran agar mengubah kebijakannya.

Perdagangan berjangka menunjukkan tren kenaikan dolar yang terus berlanjut dalam beberapa hari terakhir, di mana dolar melonjak lebih dari 6.000 toman dalam sehari setelah sebelumnya berada di level 193.480 toman.

Situasi semakin rumit dengan meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington, sementara prospek dimulainya kembali negosiasi antara kedua pihak masih belum jelas.

Ekonomi Iran menghadapi tantangan berat, terutama inflasi tinggi dan pembatasan ketat di pasar valuta asing, yang menambah ketidakpastian terhadap masa depan ekonomi negara itu.

Sumber-sumber Barat menyebutkan bahwa kenaikan nilai tukar berdampak langsung pada biaya impor serta harga barang dan jasa pokok, sehingga menggerus daya beli rumah tangga dan menjadikan nilai tukar sebagai indikator utama tekanan ekonomi yang dihadapi negara tersebut.

Komentar (0)