Lompat ke konten
Sabtu, 8 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Ekonomi

Persaingan Amerika Serikat dan China atas Tembaga Picu Tekanan di Pasar Global

Pasar tembaga dunia menghadapi tekanan rantai pasok akibat lonjakan penyimpanan di AS dan permintaan tinggi dari China, mencerminkan persaingan dua ekonomi terbesar dunia.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 2 mnt baca
Ilustrasi pasar tembaga global dan persaingan AS-China

Poin Utama

AI

Pasar tembaga global tengah menghadapi ketegangan yang meningkat dalam rantai pasok, seiring dengan lonjakan penyimpanan tembaga di Amerika Serikat dan meningkatnya permintaan dari China. Perkembangan ini mencerminkan persaingan yang semakin sengit antara dua ekonomi terbesar dunia dalam mengamankan pasokan tembaga.

Dalam laporan Bloomberg, persaingan ini menambah tekanan pada pasar global, dengan kemungkinan penarikan tembaga dalam jumlah besar ke Amerika Serikat dan China dapat memperkecil pasokan di pasar lain dan mendorong harga ke rekor tertinggi.

Bloomberg juga menambahkan, perebutan tembaga ini berpotensi meningkatkan tekanan pasar dan mendorong harga ke level rekor baru, terutama di tengah menipisnya stok dan meningkatnya permintaan terhadap logam yang digunakan di sektor energi, industri, dan teknologi.

Bloomberg mencatat bahwa meski harga tembaga secara historis terkait dengan siklus pertumbuhan industri tradisional, kenaikan harga saat ini lebih didorong oleh ketidakseimbangan struktural dalam perdagangan global. Hal ini dipicu oleh ketidakpastian terkait kebijakan tarif Amerika Serikat, serta gangguan pada rantai pasok bahan kimia yang digunakan dalam proses ekstraksi tembaga, menurut laporan ekonomi internasional terbaru.

Bloomberg juga menyoroti bahwa kontrak berjangka tembaga di Bursa Logam London telah melampaui ambang 14.000 dolar AS per ton. Para pelaku pasar memperkirakan harga bisa segera melampaui rekor yang tercatat awal tahun ini, yakni lebih dari 14.500 dolar AS, setelah gelombang pembelian besar-besaran di China pada akhir Januari.

Sementara itu, kontrak tembaga September di Bursa Comex Amerika Serikat mencatat rekor tertinggi sekitar 6,70 dolar AS per pon, naik hampir 17% sejak awal tahun dan 50% dalam dua belas bulan terakhir.

Para ekonom menilai lonjakan saat ini dipicu oleh penantian keputusan pemerintah Amerika Serikat terkait penerapan tarif impor tembaga olahan, setelah tenggat pengumuman pada 30 Juni lalu terlewati tanpa kejelasan. Usulan yang ada adalah tarif dimulai 15% pada Januari 2027 dan naik menjadi 30% setahun kemudian. Ketidakpastian ini mendorong importir Amerika mempercepat penyimpanan tembaga sebagai antisipasi keputusan tersebut.

Data bea cukai menunjukkan lebih dari 200 ribu ton metrik tembaga masuk ke pelabuhan Amerika Serikat pada Juli lalu saja, menjadi arus masuk bulanan terbesar sejak 2014.

Ketegangan di pasar tembaga ini terjadi di tengah langkah Amerika Serikat yang lebih luas terkait logam penting. Kementerian Perdagangan AS mengumumkan larangan ekspor limbah tungsten dan limbah baterai litium mulai 27 Agustus, sebagai upaya memperkuat industri daur ulang domestik dan mengurangi ketergantungan pada China. Pemerintah AS juga mengisyaratkan tarif 15% dan batas harga minimum untuk produk silikon polikristalin yang digunakan pada panel surya dan semikonduktor, langkah yang mengguncang saham perusahaan energi surya China.

Komentar (0)