Harga Emas Naik ke Level Tertinggi dalam Sepekan, Satu Ons Tembus 4.186 Dolar
Harga emas melonjak ke level tertinggi dalam satu minggu seiring meredanya kekhawatiran inflasi dan tekanan pada obligasi AS akibat turunnya harga minyak.
Poin Utama
AIHarga emas melonjak ke level tertinggi dalam satu minggu pada hari ini, didorong oleh meredanya kekhawatiran inflasi dan tekanan pada obligasi pemerintah Amerika Serikat akibat penurunan harga minyak. Kenaikan ini terjadi di tengah penilaian investor terhadap kemungkinan Federal Reserve (bank sentral AS) kembali menaikkan suku bunga.
Menurut kantor berita Reuters, harga emas di pasar spot naik 1,3 persen menjadi 4.186,04 dolar AS per ons, dan diperkirakan mencatatkan kenaikan mingguan setelah sempat menyentuh level terendah dua bulan pada Rabu akibat penguatan dolar dan naiknya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga naik 1,3 persen ke posisi 4.211,20 dolar AS per ons.
Sementara itu, harga minyak turun seiring berkurangnya kekhawatiran pasokan dari Timur Tengah, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu Kongres pada November mendatang.
Berdasarkan alat FedWatch milik CME Group, para pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada Oktober sebesar 19 persen, dan sebesar 84 persen kemungkinan kenaikan setidaknya 25 basis poin pada Desember.
Untuk logam mulia lainnya, harga perak di pasar spot naik tiga persen menjadi 61,10 dolar AS per ons. Harga platinum naik 3,6 persen ke 1.692,85 dolar AS, dan paladium menguat 2,5 persen ke 1.151,08 dolar AS. Namun, kedua logam terakhir diperkirakan mencatatkan kerugian mingguan.
