Lompat ke konten
Minggu, 26 Juli 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Ekonomi

Irak Buka Jalur Darat Baru untuk Ekspor Surplus Minyak

Perusahaan Kilang Minyak Selatan Irak mengumumkan penggunaan jalur darat utara untuk ekspor surplus minyak akibat dampak militer di Pelabuhan Khor Al-Zubair.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 1 mnt baca
Kilang minyak Irak dan jalur ekspor darat baru

Poin Utama

AI

Perusahaan Kilang Minyak Selatan Irak pada Minggu (16/6) mengumumkan bahwa produksi bensin harian mencapai 6.000 meter kubik dan memastikan kebutuhan pasar domestik tetap terpenuhi sepenuhnya.

Menurut laporan Kantor Berita Irak, perusahaan tersebut telah menggunakan jalur darat utara untuk mengekspor surplus minyak bakar dan nafta, bekerja sama dengan Perusahaan Pemasaran Minyak Irak (SOMO), setelah ekspor melalui Pelabuhan Khor Al-Zubair terdampak oleh situasi militer di kawasan tersebut.

Hussam Hussein, Direktur Jenderal Perusahaan Kilang Minyak Selatan, menyatakan bahwa perusahaan tetap memproduksi sekitar 250.000 barel produk minyak per hari. Ia menegaskan, dampak peristiwa terakhir hanya memengaruhi ekspor surplus minyak bakar dan nafta, tidak termasuk bensin.

Ia menambahkan, tiga unit produksi yang saat ini beroperasi menghasilkan sekitar 6.000 meter kubik bensin per hari, yang berkontribusi pada stabilitas pasar domestik.

Hussein menjelaskan, kapasitas desain Kilang Basra mencapai 280.000 barel per hari, namun tingginya suhu musim panas menyebabkan operasi dikurangi menjadi sekitar 250.000 barel per hari demi menjaga efisiensi unit produksi.

Ia menyebutkan, kilang saat ini mengoperasikan tiga unit produksi dengan kapasitas sekitar 180.000 barel per hari, dan unit keempat akan diaktifkan jika penyerapan surplus meningkat, sehingga kapasitas operasi dapat mencapai sekitar 250.000 barel per hari.

Ia menegaskan, perusahaan baru-baru ini mengimpor sejumlah bensin dan minyak gas akibat penghentian salah satu unit produksi dan penurunan stok, namun pasar domestik tetap stabil dan kebutuhannya terjamin melalui produksi lokal dan impor.

Komentar (0)