Lompat ke konten
Senin, 21 September 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Ekonomi

Petani Al-Ahsa Rayakan Dimulainya Musim Panen Kurma dan Dampaknya bagi Ekonomi dan Sosial

Oase Al-Ahsa memulai musim panen kurma yang menjadi pilar ekonomi dan sosial penting serta mendukung keberlanjutan pertanian di wilayah tersebut.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 2 mnt baca
Petani Al-Ahsa memanen kurma di kebun

Poin Utama

AI

Di Oase Al-Ahsa, musim "panen kurma" resmi dimulai, sebuah tradisi tahunan yang dirayakan para petani sebagai salah satu hasil pertanian unggulan daerah tersebut. Kurma menjadi sumber pendapatan utama bagi banyak keluarga dan membuka peluang kerja musiman bagi mereka yang terlibat dalam proses panen, sortir, dan pembersihan.

Selama musim panen, kurma disortir berdasarkan kualitas, ukuran, dan warnanya setelah satu tahun perawatan intensif pohon kurma. Siklus pertanian ini meliputi perawatan, penyiraman, penyerbukan, pengendalian hama, hingga panen, pengemasan, penyimpanan, dan pemasaran. Berbagai aktivitas ekonomi terkait turut mendukung petani dan pekerja di rantai produksi dan distribusi.

Petani Ahmad Ali Al-Humaid menekankan pentingnya perawatan berkelanjutan pada pohon kurma serta memanfaatkan pengalaman bertani untuk meningkatkan kualitas hasil panen. Sementara itu, Guru Besar Ilmu Pangan dan Gizi Universitas King Faisal, Dr. Nashi Khalid Al-Qahtani, menjelaskan bahwa musim panen mencerminkan keterkaitan antara aspek pangan, ekonomi, dan sosial dari kurma. Ia juga menyoroti perlunya pengembangan metode pertanian, irigasi, dan panen, sembari tetap menjaga pengetahuan tradisional yang diwariskan.

Peran Ilmiah dan Pembangunan Terpadu

Dalam konteks ini, Al-Qahtani menambahkan bahwa Universitas King Faisal terus menjalankan peran ilmiah dan pembangunan melalui penelitian tantangan produksi pertanian, peningkatan efisiensi penggunaan sumber daya, serta perbaikan mutu dan keamanan produk pangan. Upaya ini bertujuan mengubah pengetahuan ilmiah menjadi aplikasi praktis yang memenuhi kebutuhan petani dan masyarakat.

Sektor kurma dan pohon kurma menjadi contoh integrasi antara riset ilmiah dan praktik pertanian, di mana keberlanjutan produksi sangat bergantung pada efisiensi pengelolaan air dan tanah, pengembangan praktik pertanian, serta pemanfaatan teknologi modern dengan tetap mengandalkan pengalaman petani.

Pentingnya Nilai Ekonomi dan Sosial yang Terus Berkembang

Nilai kurma tidak hanya terbatas pada hasil pertanian, tetapi juga meluas ke industri pengolahan pangan, pengembangan produk, layanan logistik, dan pemasaran. Hal ini meningkatkan daya saing produk Saudi di pasar lokal dan internasional. Musim panen juga menjadi kesempatan untuk mengkaji hubungan antara pertanian, penelitian, dan pembangunan di Al-Ahsa, serta kaitannya dengan isu ketahanan pangan, keberlanjutan, dan pembangunan ekonomi di Kerajaan Arab Saudi.

Komentar (0)