Harga minyak naik usai Iran hentikan dua kapal di Selat Hormuz
Harga minyak dunia naik setelah Iran menghentikan dua kapal yang mencoba keluar dari Selat Hormuz, memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
Poin Utama
AIHarga minyak dunia naik hari ini setelah Iran mengumumkan telah menghentikan dua kapal yang mencoba keluar dari Selat Hormuz, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan terganggunya pasokan energi global.
Menurut kantor berita Reuters, Iran menyatakan empat kapal tanker lainnya berbalik arah setelah pasukan mereka turun tangan. Sementara itu, dua kapal tanker besar yang membawa minyak dari Teluk terpantau tetap melintas di selat yang biasanya menjadi jalur sekitar seperlima pengiriman energi dunia.
Data pelayaran dari perusahaan Kpler menunjukkan dua kapal lain yang mengangkut komoditas utama juga melintasi selat. Kpler tidak mencatat kapal-kapal yang melintas dengan perangkat transmisi mereka dimatikan.
Iran telah melarang sebagian besar kapal kargo melintasi Selat Hormuz sejak perang pecah lima bulan lalu. Sementara itu, kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Teheran bulan ini mulai mengancam Selat Bab el-Mandeb, jalur penting ekspor minyak.
Harga minyak naik lebih dari 1% pada Jumat ini, seiring pelaku pasar merespons laporan Iran yang muncul setelah laporan serupa awal pekan ini yang belum terkonfirmasi.
Kontrak berjangka minyak Brent diperkirakan naik 23 persen untuk Juli, dan para ekonom serta analis yang disurvei Reuters memperkirakan harga akan terus meningkat tahun ini.
Data pelayaran dari perusahaan Kpler menunjukkan dua kapal lain yang mengangkut komoditas utama juga melintasi selat. Kpler tidak mencatat kapal-kapal yang melintas dengan perangkat transmisi mereka dimatikan.
Iran telah melarang sebagian besar kapal kargo melintasi Selat Hormuz sejak perang pecah lima bulan lalu. Sementara itu, kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Teheran bulan ini mulai mengancam Selat Bab el-Mandeb, jalur penting ekspor minyak.
Media Iran melaporkan bahwa melintas di selat masih mustahil karena "aksi militer Amerika Serikat yang terus berlanjut di kawasan". Beberapa kapal telah bernegosiasi dengan Teheran terkait izin melintas, yang memicu kemarahan Washington.
