Lompat ke konten
Jumat, 2 Oktober 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Ekonomi

OPEC+ Tunda Peninjauan Kapasitas Produksi Akibat Perang

Peninjauan OPEC+ untuk menentukan kuota produksi minyak 2027 tertunda karena perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran menghambat ekspansi kapasitas di Timur Tengah.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 1 mnt baca
Logo OPEC+ dan kilang minyak

Poin Utama

AI

Sumber-sumber yang mengetahui situasi menyatakan bahwa peninjauan oleh OPEC+ untuk membantu menentukan kuota produksi minyak negara anggota pada 2027 tertunda setelah perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran menghambat proyek ekspansi kapasitas produksi di Timur Tengah, sehingga memperumit penilaian kapasitas produksi masa depan negara-negara anggota.

Menurut Reuters, OPEC+, yang terdiri dari negara-negara anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia, telah memerintahkan peninjauan kapasitas produksi setiap negara anggota pada akhir 2025 sebelum menetapkan kuota 2027, dengan target penyelesaian pada akhir September 2026.

Dua sumber menyebutkan bahwa tenggat waktu tersebut telah berlalu, dan salah satu dari mereka mengatakan peninjauan diperkirakan akan selesai pada pertengahan November. OPEC belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

OPEC menegaskan pada Juni lalu pentingnya menyelesaikan penilaian kapasitas produksi maksimum berkelanjutan setiap negara anggota sebagai acuan untuk tingkat produksi dasar pada 2027.

Krisis di Timur Tengah menyebabkan penundaan proyek yang seharusnya meningkatkan kapasitas produksi di beberapa negara OPEC+, sehingga memperumit estimasi jumlah minyak yang dapat diproduksi negara-negara tersebut. Kedua sumber juga menyebutkan bahwa beberapa negara belum menyerahkan data yang dibutuhkan untuk peninjauan ini, tanpa menyebutkan negara secara spesifik.

Menurut Reuters, ketidakpastian ini semakin mempersulit proses yang sangat sensitif secara politik bagi OPEC+, karena estimasi kapasitas produksi kemungkinan akan mempengaruhi jumlah minyak yang diizinkan untuk diproduksi oleh setiap negara anggota.

Peninjauan ini bertujuan memberikan evaluasi terbaru dan independen mengenai jumlah minyak yang dapat diproduksi secara berkelanjutan oleh setiap negara anggota, yang menjadi tolok ukur utama dalam negosiasi target produksi. Penundaan dalam rencana peningkatan kapasitas produksi dapat mempengaruhi asumsi yang digunakan dalam penilaian tersebut, dan kemungkinan berdampak pada kuota masa depan negara anggota.

Komentar (0)