Lompat ke konten
Selasa, 25 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Ekonomi

Harga Emas Tembus Level Tertinggi dalam 3 Bulan, Didukung Lonjakan Minat Investor

Harga emas terus menguat pada perdagangan Selasa pagi, mencatat level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan, didorong meningkatnya minat investor di tengah penantian data inflasi AS.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 2 mnt baca
Emas batangan dan koin di atas meja

Poin Utama

AI

Harga emas terus menguat pada perdagangan Selasa pagi, mencatat level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan, didorong meningkatnya minat terhadap logam mulia di tengah penantian investor atas data inflasi Amerika Serikat dan pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh terkait arah kebijakan moneter.

Pada perdagangan spot, emas naik 0,4% menjadi 4.668,19 dolar AS per ons pada pukul 01.46 GMT, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 14 Mei. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat naik 0,6% ke posisi 4.724,50 dolar AS per ons.

Pembelian Kembali Obligasi Perkuat Daya Tarik Emas

Kenaikan tajam harga emas terjadi setelah Kementerian Keuangan AS pekan lalu mengumumkan rencana menggandakan volume pembelian kembali obligasi jangka panjang guna mendukung likuiditas pasar obligasi.

Pengumuman tersebut memicu kekhawatiran akan pelemahan nilai dolar AS, sehingga meningkatkan permintaan emas sebagai aset lindung nilai terhadap penurunan mata uang dan kenaikan inflasi.

Dalam catatannya, TD Securities menyebut kekhawatiran atas pelemahan dolar diperkirakan akan menopang harga emas dalam beberapa pekan mendatang, apalagi Federal Reserve belum memberikan sinyal jelas terkait kesiapan menghadapi kenaikan inflasi.

Emas secara luas dipandang sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi, namun kenaikan suku bunga dapat membatasi daya tariknya karena meningkatkan biaya kepemilikan logam yang tidak memberikan imbal hasil dibandingkan aset lain yang menghasilkan bunga.

Pasar Menanti Pidato Ketua Federal Reserve

Fokus investor pekan ini tertuju pada pidato perdana Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam simposium tahunan Jackson Hole, dengan perhatian besar pada arah kebijakan moneter ke depan.

Pelaku pasar dan analis memantau pernyataan Warsh untuk mencari petunjuk terkait kenaikan terbaru imbal hasil obligasi, serta sinyal yang menegaskan independensi bank sentral AS dari pemerintahan Presiden Donald Trump.

Pernyataan Ketua Federal Reserve menjadi semakin penting seiring penantian rilis laporan pengeluaran konsumsi pribadi Amerika Serikat pada Rabu besok, yang menjadi indikator utama inflasi bagi bank sentral.

Iran Tambah Faktor Geopolitik

Di ranah geopolitik, pasar menanti dampak sanksi ekonomi AS yang diperluas terhadap Iran, setelah Teheran berjanji akan membalas langkah baru yang menurut Washington bertujuan memutus sumber pendanaan ekonomi Iran.

Sebaliknya, Iran menyatakan yakin mitra dagang utamanya mampu menahan tekanan AS, menambah ketidakpastian baru pada situasi geopolitik dan pasar global.

Logam Mulia Lain Juga Menguat

Kenaikan juga terjadi pada sejumlah logam mulia lainnya, dengan harga perak di pasar spot naik 0,3% menjadi 69,16 dolar AS per ons.

Platinum menguat 0,4% ke level 1.883,93 dolar AS per ons, sementara paladium naik 0,2% menjadi 1.359 dolar AS.

Komentar (0)