Goldman Sachs: Harga Minyak Bisa Tembus 120 Dolar per Barel
Goldman Sachs memperkirakan harga minyak dapat naik hingga 120 dolar AS per barel jika serangan terhadap kapal di Timur Tengah meningkat.
Poin Utama
AIKantor berita Bloomberg News pada Minggu (kemarin) melaporkan bahwa kelompok perbankan Goldman Sachs memperkirakan harga minyak dapat naik hingga 120 dolar AS per barel jika serangan terhadap pergerakan kapal di Timur Tengah meningkat. Goldman Sachs juga merekomendasikan untuk bertaruh pada gas alam dan diesel guna memanfaatkan potensi keuntungan.
Dan Struyven, Co-Head Riset Komoditas Global di Goldman Sachs, dalam wawancara dengan Bloomberg TV mengatakan, "Perkembangan dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa risiko meluas dan meningkatnya gangguan pengiriman merupakan faktor penting yang perlu diperhitungkan."
Bloomberg juga mengutip Struyven yang menyatakan bahwa harga minyak bisa turun ke 80 dolar AS per barel jika ekspor dari kawasan tersebut kembali ke tingkat normal.
Harga minyak terus naik seiring meningkatnya kekhawatiran akan gangguan pasokan jangka panjang di Timur Tengah akibat serangan balasan antara Amerika Serikat dan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz dan wilayah lainnya.
