Ekspor Minyak Arab Saudi Turun 12,5% pada Agustus Jadi 61,1 Miliar Riyal
Ekspor minyak Arab Saudi turun 12,5% secara tahunan pada Agustus 2026 menjadi 61,1 miliar riyal, seiring penurunan surplus neraca perdagangan barang sebesar 21%.
Poin Utama
AIEkspor minyak Arab Saudi turun 12,5% secara tahunan pada Agustus 2026, menjadi 61,1 miliar riyal Saudi, bersamaan dengan penurunan surplus neraca perdagangan barang negara itu sebesar 21%, dipengaruhi oleh penurunan ekspor yang lebih cepat dibanding impor, menurut data Otoritas Umum Statistik.
Data tersebut menunjukkan surplus neraca perdagangan barang turun menjadi sekitar 15,6 miliar riyal pada Agustus lalu, dibanding sekitar 19,7 miliar riyal pada bulan yang sama tahun 2025.
Penurunan ini terjadi seiring total ekspor barang yang turun 11,5% secara tahunan, sementara impor turun 9,1%, sehingga selisih antara nilai ekspor dan impor pun menyempit.
Penurunan Porsi Minyak dari Total Ekspor
Porsi ekspor minyak dari total ekspor Arab Saudi turun menjadi 70% pada Agustus 2026, dibanding 70,8% pada bulan yang sama tahun lalu, seiring penurunan nilai ekspor minyak yang masih menjadi bagian terbesar dari ekspor negara tersebut.
Penurunan ini menyoroti dampak kinerja ekspor minyak terhadap perdagangan luar negeri Arab Saudi, mengingat besarnya kontribusi minyak dalam total ekspor barang dan pengaruh perubahan nilainya terhadap surplus perdagangan.
Surplus Perdagangan Bulanan Naik
Secara bulanan, surplus neraca perdagangan barang naik 18% pada Agustus, dibanding sekitar 13,2 miliar riyal pada Juli 2026, menunjukkan perbaikan meski secara tahunan masih menurun.
Kenaikan bulanan ini terjadi di tengah penurunan ekspor barang secara tahunan yang lebih besar dibanding penurunan impor, sehingga memengaruhi total surplus perdagangan dibanding Agustus tahun lalu.
