Lompat ke konten
Senin, 12 Oktober 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Ekonomi

Pangeran Abdulaziz bin Salman Buka Konferensi Minyak Dunia ke-25 di Riyadh

Menteri Energi dan Industri Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, membuka Konferensi Minyak Dunia ke-25 di Riyadh dengan partisipasi internasional yang luas.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 3 mnt baca
Pangeran Abdulaziz bin Salman membuka konferensi minyak di Riyadh

Poin Utama

AI

Pangeran Abdulaziz bin Salman, Menteri Energi serta Menteri Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi, hari ini secara resmi membuka Konferensi Minyak Dunia ke-25 di Riyadh. Acara ini digelar untuk pertama kalinya di Arab Saudi dengan tema "Jalur Menuju Masa Depan Energi untuk Semua", dan dihadiri para eksekutif, investor, serta pakar terkemuka dari dalam dan luar negeri.

Konferensi yang berlangsung hingga 15 Oktober 2026 ini membahas isu-isu utama di sektor energi, termasuk keamanan pasokan, pasar, investasi, teknologi, inovasi, keberlanjutan, dan pengembangan sumber daya manusia, dengan partisipasi luas dari para pemimpin industri energi.

Pesan Pembukaan dan Penegasan Komitmen Keamanan Energi

Dalam pidato pembukaannya, Pangeran Abdulaziz bin Salman menegaskan komitmen Arab Saudi untuk mengatasi tantangan dan terus memenuhi kewajibannya. Ia menyoroti perubahan besar yang telah terjadi di Arab Saudi dalam waktu singkat. Pangeran Abdulaziz juga menyampaikan bahwa perkembangan terakhir di kawasan menegaskan pentingnya keamanan energi, dan bahwa Arab Saudi telah lama berinvestasi dalam infrastruktur, kapasitas cadangan, teknologi, dan rantai pasok demi menjamin kelangsungan suplai energi.

Ia menambahkan, lokalisasi industri menjadi kekuatan strategis untuk mendukung bisnis dan memperkuat ketahanan saat rantai pasok global terganggu. Ketahanan, menurutnya, diukur dari kemampuan sistem untuk melakukan pemeliharaan, perbaikan, dan menyediakan alternatif. Pangeran Abdulaziz menekankan bahwa keamanan energi dan transformasi sektor energi harus berjalan beriringan, dengan Arab Saudi terus berinvestasi di sektor minyak, gas, energi terbarukan, serta pengembangan sumber daya manusia dan industri dalam kerangka Visi Saudi 2030.

Peran Kepemimpinan Arab Saudi dan Harapan Global

Ketua Dewan Minyak Dunia, Pedro Miras, memuji peran sentral Arab Saudi dalam pengembangan sistem energi global, peningkatan investasi, dan inovasi. Ia menyatakan bahwa dunia kini bergerak menuju teknologi baru untuk menjamin keamanan energi dan stabilitas ekonomi, serta menekankan pentingnya kerja sama internasional guna mencapai tujuan bersama di sektor energi.

Miras juga menyoroti peran kecerdasan buatan, digitalisasi, bahan bakar baru, dan teknologi penyimpanan karbon dalam membentuk masa depan energi, serta menegaskan bahwa kerja kolektif adalah solusi terbaik untuk memastikan masa depan yang berkelanjutan bagi semua.

Rangkaian Acara dan Kegiatan Pendukung

Program konferensi meliputi dialog tingkat menteri, sesi strategis dan teknis mengenai perkembangan pasar, investasi, teknologi terbaru, pengelolaan karbon, gas alam, mineral penting, transformasi digital, dan kecerdasan buatan.

Konferensi ini juga diramaikan pameran pendukung seluas hampir 50.000 meter persegi, melibatkan negara dan perusahaan besar, serta penyelenggaraan pertemuan menteri energi bersih dan inisiatif "Misi Inovasi" dalam rangkaian "Pekan Energi Riyadh".

Platform Internasional untuk Dialog dan Kemitraan

Konferensi Minyak Dunia diselenggarakan oleh WPC Energy sejak 1933, melibatkan lebih dari 60 negara, dan menjadi wadah dialog, pertukaran pengetahuan, serta penguatan kerja sama di sektor energi. Edisi kali ini didukung oleh mitra dan sponsor utama seperti Aramco Saudi, King Abdullah Petroleum Studies and Research Center (KAPSARC), SABIC, Saudi Energy, dan Bank Nasional Saudi, serta sejumlah perusahaan dan institusi sektor energi lainnya.

Komentar (0)