The Fed Pertahankan Suku Bunga untuk Kelima Kalinya, Pasar Tunggu Keputusan September
Bank Sentral AS kembali menahan suku bunga di kisaran 3,5%–3,75% untuk kelima kalinya, sementara pasar menanti kemungkinan kenaikan pada September jika inflasi tetap tinggi.
Poin Utama
AIBank Sentral Amerika Serikat (The Fed) kembali mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran target 3,5% hingga 3,75% dalam rapat yang berakhir Rabu ini, di tengah penantian pasar atas kemungkinan perubahan pada September mendatang.
Keputusan ini merupakan yang kelima secara berturut-turut, dengan The Fed terus memantau data inflasi yang masih berada di atas target 2%.
Para investor menantikan pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh dalam konferensi pers usai keputusan tersebut, guna mencari petunjuk arah kebijakan moneter ke depan. Lori Logan, Presiden The Fed Dallas, menilai perlunya kenaikan suku bunga "secara bertahap", sementara Beth Hammack dari Cleveland, Neel Kashkari dari Minneapolis, dan Christopher Waller dari Minnesota mendukung pendekatan yang lebih ketat jika tekanan inflasi berlanjut.
Christopher Hodge, Kepala Ekonom AS di Natixis CIB Americas, menyebut data inflasi terbaru memberi The Fed ruang untuk memantau perkembangan, namun menegaskan percepatan atau bertahannya inflasi tinggi bisa mendorong kenaikan suku bunga pada pertemuan mendatang.
Indeks harga konsumen tercatat turun 0,4% pada Juni, didorong penurunan harga bensin, namun harga kembali naik belakangan akibat gejolak di Timur Tengah.
Dalam konteks ini, Jerry Tempelman, analis senior eks The Fed New York dan kini Wakil Presiden Riset Ekonomi dan Pendapatan Tetap di Mutual of America, menekankan pentingnya data ekonomi yang akan dirilis sebelum pertemuan September, seraya menyatakan bahwa indikator baru bisa mengubah arah kebijakan bank sentral.
