Lompat ke konten
Selasa, 8 September 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Ekonomi

Lelang Unta 'Madarij' di Qassim Tarik Lebih dari 60 Ribu Pengunjung

Lelang unta 'Madarij' di Qassim menarik lebih dari 60 ribu pengunjung sejak dibuka Rabu lalu, didukung fasilitas lengkap dan berbagai acara pendukung.

AJEL Indonesia2 jam lalu · 1 mnt baca
Pengunjung menghadiri lelang unta Madarij di Qassim

Poin Utama

AI

Lelang unta 'Madarij' yang digelar di Pusat Madarij, wilayah Qassim, telah menarik lebih dari 60 ribu pengunjung sejak dimulai pada Rabu lalu. Acara ini berlangsung dengan dukungan fasilitas dan layanan lengkap, serta berbagai kegiatan pendukung, dan diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Qassim melalui Balai Kota Syari, atas arahan dan pengawasan Gubernur Qassim, Pangeran Dr. Faisal bin Mishaal bin Saud bin Abdulaziz.

Juru bicara resmi Pemerintah Daerah, Naif Abdurabbah Al-Nafie, menjelaskan bahwa lelang yang berlangsung selama 10 hari ini diikuti oleh pemilik dan penggemar unta dari berbagai wilayah Arab Saudi, termasuk peserta dari Riyadh, Madinah, Tabuk, Wilayah Timur, Taif, dan daerah lainnya. Hal ini menunjukkan luasnya partisipasi dan besarnya minat terhadap lelang unta di Qassim.

Ia menambahkan, Balai Kota Syari telah menyiapkan lokasi lelang serta menyediakan fasilitas dan layanan yang diperlukan bagi peserta dan pengunjung. Hal ini merupakan kelanjutan dari perkembangan lelang unta di wilayah tersebut, yang sebelumnya hanya berupa pasar dan pertemuan tradisional untuk jual beli, kini berkembang menjadi lelang yang lebih terorganisir dan khusus, didukung dengan pembangunan infrastruktur, penataan lokasi dan jalan, serta peningkatan aspek pengelolaan dan pengawasan, sehingga meningkatkan tingkat kepercayaan dan transparansi, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pemilik, investor, dan penggiat sektor unta.

Lelang unta di Qassim kini telah menjadi wadah pemasaran dan investasi yang melampaui sekadar jual beli, serta turut mendorong pertumbuhan layanan dan bisnis terkait sektor ini, memperkuat dampak ekonominya, sekaligus menjaga posisi unta sebagai bagian penting dari warisan budaya lokal.

Komentar (0)