Lompat ke konten
Jumat, 31 Juli 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Ekonomi

Perusahaan Sany Tiongkok Prediksi Pertumbuhan Pasar Truk Tambang di Arab Saudi

Perusahaan Sany asal Tiongkok memperkirakan permintaan truk tambang di Arab Saudi akan meningkat seiring berlanjutnya proyek pertambangan dan keragaman pelaku usaha.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 1 mnt baca
Truk tambang Sany di Arab Saudi

Poin Utama

AI

Perusahaan Sany asal Tiongkok memperkirakan permintaan truk tambang di Arab Saudi akan meningkat, dengan menilai sektor pertambangan di negara tersebut sebagai peluang yang menjanjikan, meski aktivitas proyek konstruksi besar tengah melambat.

Majalah International Mining yang berbasis di Inggris melaporkan bahwa Sany saat ini mengoperasikan truk tambang hibrida SKT130S di Arab Saudi dengan kapasitas angkut 90 ton, serta empat unit truk SKT105S yang masing-masing berkapasitas 70 ton.

Majalah tersebut juga menyebutkan bahwa truk SKT130S dipamerkan pada Forum dan Pameran Alat Berat (HEC) di Dammam pada Februari lalu. Truk ini dilengkapi mesin diesel listrik hibrida berkekuatan 925 kilowatt (1.240 tenaga kuda), sistem suspensi hidroniumatik, dan teknologi pengereman regeneratif, yang mampu mengurangi konsumsi bahan bakar antara 20% hingga 25% dibandingkan truk konvensional.

Perkembangan Teknologi Truk

Laporan tersebut menambahkan bahwa truk SKT105S dibekali mesin berkekuatan 390 kilowatt (530 tenaga kuda), sistem suspensi serupa, serta rangka yang diperkuat sehingga mengurangi tekanan pada struktur hingga 51% dibandingkan beberapa produk pesaing. Hal ini memperpanjang usia operasional dan meningkatkan kenyamanan pengemudi.

Dalam konteks yang sama, laporan itu juga menyoroti kehadiran truk tambang Tiongkok lainnya di pasar Arab Saudi, dari perusahaan seperti Zoomlion, Tonly, XCMG, dan LGMG, yang terutama digunakan untuk proyek pemindahan tanah dan konstruksi, termasuk proyek yang terkait dengan Aramco dan NEOM.

Mengandalkan Merek Global

Majalah tersebut juga mencatat bahwa tambang-tambang utama di Arab Saudi, seperti Mansourah, Massarah, Jalamid, dan Khobra, masih sangat bergantung pada truk tambang rigid dari perusahaan global seperti Caterpillar, Komatsu, dan Volvo, yang dioperasikan oleh kontraktor spesialis seperti Saudi Comedat, EPSA, dan Jac Rijk Al-Rashaid.

Komentar (0)