Lompat ke konten
Rabu, 16 September 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Ekonomi

Bank Sentral AS Naikkan Suku Bunga 25 Basis Poin, Pertama Sejak 2023

Bank Sentral Amerika Serikat menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,25 persen, langkah pertama sejak 2023 untuk menahan inflasi dan kenaikan harga energi.

AJEL Indonesia39 mnt lalu · 1 mnt baca
Gedung Bank Sentral Amerika Serikat

Poin Utama

AI

Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, menjadi kenaikan pertama sejak 2023, sebagai upaya menghadapi tekanan inflasi yang berkelanjutan dan kenaikan harga energi.

Kenaikan suku bunga ini dilakukan setelah periode panjang di mana The Fed cenderung menurunkan atau menahan suku bunga, sementara pasar menantikan perubahan kebijakan moneter di tengah kekhawatiran inflasi yang terus berlanjut.

Langkah ini menjadi sangat penting karena merupakan kenaikan suku bunga pertama sejak 2023, sekaligus menandai awal fase baru kebijakan moneter di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh, yang kini menghadapi tantangan menyeimbangkan pengendalian inflasi dan menjaga kekuatan ekonomi.

Para investor di pasar keuangan memantau tidak hanya keputusan suku bunga, tetapi juga pernyataan Ketua The Fed dalam konferensi pers usai pertemuan, serta proyeksi ekonomi terbaru dari anggota Komite Pasar Terbuka, untuk mencari petunjuk arah suku bunga pada pertemuan-pertemuan berikutnya.

Kenaikan suku bunga ini berdampak langsung pada biaya pinjaman, di mana suku bunga kartu kredit dan beberapa jenis pinjaman cenderung naik, sementara rekening tabungan dan sertifikat deposito bisa mendapat keuntungan dari kenaikan imbal hasil.

Pasar juga mencermati dampak keputusan ini terhadap dolar AS, saham, obligasi, dan emas, terutama karena setiap sinyal dari The Fed mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan dapat memengaruhi pergerakan aset dalam waktu mendatang.

Komentar (0)