Lompat ke konten
Rabu, 14 Oktober 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Ekonomi

Sekjen GCC Tegaskan Kedalaman Kepentingan Bersama Negara Teluk dan Tiongkok dalam Kemitraan Ekonomi

Sekjen Dewan Kerja Sama Teluk menyoroti pentingnya pengembangan kemitraan keuangan dan perbankan yang terintegrasi antara negara Teluk dan Tiongkok guna memperkuat perdagangan dan investasi.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 2 mnt baca
Sekjen GCC dan delegasi dalam pertemuan di Bangkok

Poin Utama

AI

Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Negara-negara Teluk (GCC), Jassim Mohammed Al-Budaiwi, menegaskan bahwa berkembangnya hubungan ekonomi antara negara-negara Teluk dan Tiongkok mencerminkan kedalaman kepentingan bersama dan peluang menjanjikan bagi kedua pihak. Ia menyebut kedua belah pihak menantikan kemitraan keuangan dan perbankan yang lebih terintegrasi untuk membuka peluang lebih luas dalam perdagangan dan investasi.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama para gubernur bank sentral negara-negara GCC dengan Gubernur Bank Rakyat Tiongkok, hari ini di Bangkok, Thailand.

Al-Budaiwi menjelaskan bahwa kerja sama di bidang keuangan dan perbankan menjadi pilar utama kemitraan ini, karena berperan dalam mempermudah perdagangan dan investasi, memperkuat keterkaitan antara pasar keuangan, serta mendukung stabilitas moneter dan keuangan.

Ia menambahkan, perubahan global yang cepat serta tantangan geopolitik, ekonomi, dan teknologi menegaskan pentingnya mempererat kerja sama antara lembaga keuangan dan moneter, serta mengembangkan sistem keuangan yang lebih efisien dan fleksibel demi menjaga stabilitas ekonomi dan menghadapi tantangan masa depan.

Kemajuan Nyata dalam Kerja Sama Keuangan dan Perbankan

Sekjen GCC juga menyampaikan bahwa kerja sama antara bank sentral negara-negara Teluk dan Bank Rakyat Tiongkok telah mengalami kemajuan signifikan sejak dimulainya dialog bersama pada September 2021, yang kemudian diikuti dengan pengesahan rencana kerja bersama dan pelaksanaan program serta lokakarya khusus, hingga pertemuan di Al-Ula pada Februari 2025 yang menjadi tonggak penting dalam memperluas cakupan kerja sama dan memperkuat kemitraan kedua pihak.

Al-Budaiwi menekankan bahwa ambisi bersama tidak hanya sebatas pertukaran pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga membangun kemitraan keuangan dan perbankan yang lebih terintegrasi dan efektif, termasuk pengembangan sistem pembayaran dan penyelesaian lintas batas, serta memperluas kerja sama di bidang teknologi keuangan, inovasi, dan keamanan siber guna meningkatkan efisiensi sistem keuangan dan keterkaitan ekonomi.

Ia menegaskan bahwa untuk mewujudkan ambisi tersebut diperlukan langkah nyata dari dialog menuju inisiatif konkret yang menghasilkan hasil yang dapat dirasakan, melalui penetapan prioritas yang jelas dan mekanisme pelaksanaan yang efektif. Sekjen GCC kembali menegaskan kesiapan Sekretariat Jenderal untuk mendukung upaya ini dan memperkuat koordinasi antara lembaga terkait di kedua pihak.

Komentar (0)