Sistem Pendaftaran Properti Mulai Catat 167 Ribu Bidang di Lima Wilayah Arab Saudi
Sistem Pendaftaran Properti Arab Saudi mulai menerima permohonan pendaftaran perdana untuk lebih dari 167 ribu bidang properti di lima wilayah, mengimbau pemilik untuk segera mendaftar secara daring.
Poin Utama
AISistem Pendaftaran Properti Arab Saudi hari ini mengumumkan dimulainya penerimaan permohonan pendaftaran perdana untuk 167.352 bidang properti di lima wilayah, yakni Riyadh, Qassim, Tabuk, Hail, dan Wilayah Timur.
Pihak Sistem Pendaftaran Properti menjelaskan bahwa proses pendaftaran mencakup sejumlah distrik dan kabupaten di wilayah Riyadh, seperti Bajadiyah, Al-Jamsh, Al-Ahmar, Al-Badi, Al-Hariq, Al-Hasah, Al-Dawadimi, Al-Hilwah, Nafi, Afif, Sager, Al-Sar, Halban, Hawtat Bani Tamim, Al-Majma'ah, serta beberapa kabupaten lain di wilayah tersebut.
Di wilayah lain, pendaftaran dimulai di kota Bir Ibn Hermas di Tabuk, kota Hail di Hail, serta di desa Al-Ammar dan Al-Zahiriyah di Qassim. Di Wilayah Timur, pendaftaran mencakup desa Al-Sadawi dan kota Al-Rafiah.
Sistem Pendaftaran Properti mengimbau para pemilik properti di kawasan yang telah ditentukan untuk mendaftarkan properti mereka sebelum akhir hari Kamis, 5 November 2026, melalui platform daring Sistem Pendaftaran Properti (www.rer.sa) atau aplikasi resminya. Pemilik juga dapat menghubungi pusat layanan pelanggan di nomor 199002 untuk informasi lebih lanjut mengenai prosedur pendaftaran.
Rincian dan Tujuan Pendaftaran
Sistem Pendaftaran Properti menyatakan bahwa pemilihan kawasan yang masuk dalam program pendaftaran didasarkan pada kriteria tertentu, dan pengumuman untuk wilayah serta kabupaten lain akan dilakukan secara bertahap. Pihaknya menekankan pentingnya pemilik properti memanfaatkan periode yang telah ditetapkan agar dapat mengakses layanan pendaftaran dan melakukan transaksi properti dengan lancar, sekaligus menghindari sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Setiap unit properti yang didaftarkan akan memperoleh "Nomor Properti" dan sertifikat kepemilikan yang mencantumkan lokasi geografis, data pemilik, deskripsi properti, hak dan kewajiban, guna memperkuat dokumentasi kepemilikan dan hak atas properti.
Selain itu, dijelaskan bahwa Otoritas Umum Properti bertanggung jawab mengawasi pendaftaran properti, sementara Perusahaan Nasional Layanan Pendaftaran Properti bertugas melaksanakan proses pendaftaran dengan memanfaatkan teknologi modern dan data geospasial melalui platform digital terintegrasi, demi meningkatkan transparansi dan kepercayaan di sektor properti.
