Pemain Basket Australia Keturunan Sudan Selatan Curi Perhatian Dunia
Jongkoch Mach, pemain basket muda Australia berdarah Sudan Selatan, menarik perhatian universitas AS dan pencari bakat NBA berkat tinggi badannya yang mencapai 2,29 meter.
Poin Utama
AI
Jongkoch Mach, pemain basket muda Australia, kini menjadi sorotan sebagai salah satu talenta paling menjanjikan setelah menarik perhatian sejumlah universitas Amerika Serikat dan pencari bakat NBA, berkat tinggi badannya yang luar biasa, yakni 2,29 meter, sementara usianya belum genap 18 tahun dan fisiknya masih terus berkembang.
Mach, yang berasal dari keluarga Sudan Selatan, saat ini bermain untuk tim Centre of Excellence di liga NBL1 East Australia, sambil terus mengasah kemampuannya demi mewujudkan impian tampil di NBA. Ia berharap suatu saat bisa bermain bersama idolanya, bintang Prancis Victor Wembanyama.
Pada musim 2025, Mach tampil dalam 16 pertandingan dengan rata-rata 2,7 poin, 3,2 rebound, dan satu blok per laga. Ia juga mencatat persentase tembakan masuk sebesar 70%, meski rata-rata waktu bermainnya kurang dari 10 menit per pertandingan.
Dengan semakin banyaknya perhatian terhadap bakatnya, Mach menerima tawaran dari universitas Louisiana State, Colorado, dan Santa Clara, serta dipantau oleh pencari bakat dari klub-klub lain. Ia diprediksi bisa menjadi salah satu talenta paling menonjol dalam beberapa tahun ke depan.
Dalam beberapa waktu terakhir, Mach fokus meningkatkan kebugaran fisiknya melalui program nutrisi intensif, sehingga berat badannya naik dari 73 kilogram menjadi 91 kilogram, demi menambah massa otot sebagai persiapan bersaing di level yang lebih tinggi.
Mach juga menjadi perbincangan luas di media sosial setelah video dirinya melakukan dunk dengan mudah saat latihan beredar. Beberapa penggemar menjulukinya "Cheat Code", sementara yang lain menyebutnya sebagai versi lebih tinggi dari bintang Oklahoma City, Chet Holmgren.
Pelatihnya, Roby McKinlay, menegaskan bahwa bakat saja tidak cukup untuk meraih sukses. Ia menyebut Mach memiliki mentalitas profesional, keinginan kuat untuk berkembang, dan memahami besarnya usaha yang dibutuhkan untuk menembus NBA.

