Lompat ke konten
Selasa, 28 Juli 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Olahraga

FIFA ajukan pembentukan entitas komersial senilai 20 miliar dolar, UEFA menolak

FIFA mengusulkan pembentukan entitas komersial baru senilai 20 miliar dolar AS dan berencana menjual sebagian kecil sahamnya kepada investor eksternal, meski mendapat penolakan dari UEFA.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 3 mnt baca
Logo FIFA dan UEFA berdampingan

Poin Utama

AI


Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) tengah mengajukan rencana pembentukan entitas komersial baru dengan nilai sekitar 20 miliar dolar AS, serta berencana menjual sebagian kecil sahamnya kepada investor eksternal. Langkah ini akan diajukan kepada federasi anggota dan Dewan FIFA, di tengah penolakan yang disampaikan oleh Uni Sepak Bola Eropa (UEFA).

Usulan tersebut mencakup pembentukan entitas yang sepenuhnya dimiliki FIFA dengan nama "FIFA Forward Enterprise". Entitas ini akan mengintegrasikan seluruh aktivitas komersial dan penyelenggaraan acara milik FIFA, sementara FIFA tetap memegang kendali penuh dan otoritas eksklusif atas pengelolaan olahraga, kompetisi, jadwal pertandingan, serta seluruh keputusan regulasi dan teknis, menurut laporan Reuters.

Berdasarkan rencana itu, FIFA akan mengundang investor eksternal untuk membeli saham minoritas non-pengendali di entitas baru tersebut, dengan target penggalangan dana hingga 4,2 miliar dolar AS. FIFA menegaskan, seluruh laba bersih akan diinvestasikan kembali sepenuhnya untuk pengembangan sepak bola.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan bahwa sepak bola merupakan olahraga paling populer di dunia dan menjadi pendorong luar biasa bagi pembangunan manusia serta sosial. Ia menambahkan, keberhasilan sejumlah pihak dalam mengonversi popularitas sepak bola menjadi nilai komersial akan menguntungkan olahraga itu sendiri, dan tugas FIFA adalah memastikan pertumbuhan ekosistem sepak bola secara berkelanjutan dan inklusif.

Infantino juga menegaskan bahwa setiap federasi anggota berhak memperoleh bagian yang adil dari sumber daya keuangan yang tersedia agar dapat menentukan masa depannya sendiri. Ia menilai proyek ini bertujuan mendemokratisasi sepak bola di seluruh dunia.

Sebaliknya, usulan tersebut mendapat kritik tajam dari UEFA yang menilai proyek ini telah melewati batas yang seharusnya tidak dilanggar oleh lembaga pengelola sepak bola. UEFA menyerukan kepada federasi nasional, liga, klub, pemain, suporter, dan pemerintah untuk menyikapi isu ini secara serius.

UEFA menegaskan bahwa semangat dan tata kelola sepak bola bukanlah aset yang bisa dijual atau diperdagangkan, terutama di tengah ketidakjelasan pihak-pihak yang akan memperoleh keuntungan finansial dari proyek ini. UEFA juga menambahkan, FIFA tidak berhak memperjualbelikan sepak bola.

Seorang juru bicara FIFA menjelaskan bahwa usulan ini akan segera diajukan kepada 211 federasi anggota, serta Dewan FIFA, untuk diambil keputusan akhirnya.

Sementara itu, sumber yang mengetahui rencana tersebut mengungkapkan bahwa FIFA bekerja sama dengan bankir dari JP Morgan untuk menggalang dana miliaran dolar AS melalui penawaran saham minoritas hingga 20% di entitas baru tersebut kepada investor eksternal.

Sumber itu menambahkan, Greg Maffei, mantan CEO Liberty Media, terlibat sebagai penasihat komersial dalam proyek ini, dan "Thrive Eternal" diperkirakan akan menjadi investor utama di entitas baru tersebut.

Sumber yang sama menyebutkan, "Thrive Eternal" berfokus pada investasi jangka panjang di waralaba komersial dan institusi budaya, serta sebelumnya telah membeli saham minoritas di klub bisbol Amerika, San Francisco Giants, pada awal tahun ini.

Sumber itu juga mengungkapkan bahwa "Thrive Eternal" didirikan oleh Joshua Kushner, saudara Jared Kushner yang merupakan menantu mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, sementara Bob Iger, mantan CEO Walt Disney, menjabat sebagai penasihat. Sumber tersebut menegaskan bahwa Jared Kushner tidak termasuk di antara calon investor dalam kesepakatan ini.

Financial Times menjadi media pertama yang mengungkap rencana FIFA untuk menjual saham di entitas komersial baru ini.


Komentar (0)