Lompat ke konten
Selasa, 15 September 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Olahraga

Lima Laga Tanpa Kemenangan, Al-Bukayriyah di Posisi ke-17 dan Dapat Kritik

Al-Bukayriyah belum meraih kemenangan dalam lima laga awal Liga Divisi Satu, hanya mengumpulkan dua poin dan kini berada di peringkat ke-17 klasemen.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 2 mnt baca
Pemain Al-Bukayriyah dalam pertandingan Liga Divisi Satu

Poin Utama

AI

Awal musim yang sulit masih membayangi tim utama sepak bola Al-Bukayriyah di Liga Divisi Satu Profesional, setelah lima pertandingan tanpa satu pun kemenangan. Tim hanya mampu meraih dua hasil imbang dan tiga kekalahan, sehingga baru mengumpulkan dua poin.

Al-Bukayriyah kini menempati posisi ke-17 atau kedua terbawah klasemen dengan dua poin dari lima laga, serta selisih gol minus lima.

Dalam lima pertandingan tersebut, Al-Bukayriyah hanya mampu mencetak tiga gol dan kebobolan delapan gol, hasil yang membuat tim berada di bawah tekanan sejak awal musim.

Hasil yang diraih Al-Bukayriyah adalah imbang tanpa gol melawan Al-Anwar, imbang 1-1 melawan Al-Okhdood, kalah 0-1 dari Al-Adalah, kalah 1-4 dari Al-Jandal, dan kalah 1-2 dari Damak di laga terakhir.

Di kandang sendiri, Al-Bukayriyah juga belum pernah menang dalam tiga laga, hanya imbang tanpa gol melawan Al-Anwar, kalah 0-1 dari Al-Adalah, dan kalah 1-2 dari Damak, sehingga hanya meraih satu poin dari sembilan poin maksimal di kandang.

Saleh Al-Awad menyatakan kekhawatirannya terhadap kondisi tim musim ini, menyinggung kepergian sejumlah pemain yang sebelumnya memperkuat Al-Bukayriyah, seperti Othman Batu, Louvator, dan Jonathan, serta penjaga gawang asing yang ia sebut sebagai salah satu yang terbaik yang pernah dimiliki tim. Ia menilai klub tidak memaksimalkan potensi para pemain tersebut sebelum mereka hengkang.

Al-Awad juga menyoroti bahwa situasi tim saat ini memprihatinkan jika dibandingkan dengan performa di musim-musim sebelumnya, terutama karena belum meraih kemenangan di awal musim.

Sementara itu, Ammar Al-Fahad melontarkan kritik terhadap manajemen klub, menegaskan bahwa tanggung jawab atas situasi ini tidak bisa hanya dibebankan pada pelatih. Ia menilai pola yang sama selama bertahun-tahun perlu dievaluasi, apalagi dengan hasil yang kurang memuaskan saat ini.

Al-Fahad menambahkan bahwa keberhasilan promosi dari Divisi Tiga ke Divisi Satu tidak cukup dijadikan tolok ukur kinerja, dan menekankan pentingnya memberi kesempatan kepada talenta baru yang mampu memberikan kontribusi lebih untuk klub.

Kritik-kritik ini muncul di tengah upaya Al-Bukayriyah mencari kemenangan pertamanya, dengan desakan agar tim segera memperbaiki hasil dan kembali ke jalur positif dalam laga-laga mendatang, terutama karena masih berada di posisi ke-17 dengan hanya dua poin.

Tahap berikutnya akan menjadi krusial bagi Al-Bukayriyah untuk memperbaiki posisi di klasemen dan kembali meraih hasil positif.

Komentar (0)