Lompat ke konten
Sabtu, 7 November 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Olahraga

Empat Gol Al-Saqr Perparah Krisis Al-Bukayriyah

Al-Bukayriyah kembali menelan kekalahan di Liga Divisi Satu Arab Saudi usai takluk 1-4 dari tuan rumah Al-Saqr pada Sabtu malam di Buraydah.

AJEL Indonesia19 mnt lalu · 2 mnt baca
Pemain Al-Saqr rayakan gol ke gawang Al-Bukayriyah

Poin Utama

AI

Al-Bukayriyah kembali melanjutkan tren negatif di Liga Divisi Satu Arab Saudi setelah menelan kekalahan terbaru dari tuan rumah Al-Saqr dengan skor 1-4, dalam laga yang digelar Sabtu malam di Stadion Klub Al-Raed, Buraydah, pada pekan ke-11 kompetisi.

Al-Saqr membuka keunggulan melalui gol Turki Al-Shaifan pada menit ke-16, lalu Yassine Assahnoun menggandakan keunggulan tuan rumah di menit ke-23, sehingga babak pertama ditutup dengan skor 2-0 untuk Al-Saqr.

Di babak kedua, Saad Al-Muwallad memperkecil ketertinggalan Al-Bukayriyah pada menit ke-65, namun Al-Saqr kembali menambah gol lewat Denis di menit ke-90, sebelum Muhannad Al-Shadouhi menutup pesta gol dengan gol keempat pada menit keenam masa tambahan waktu.

Akibat kekalahan ini, Al-Bukayriyah tertahan di 6 poin dari 11 pertandingan dan tetap berada di peringkat ke-17, atau kedua terbawah klasemen Liga Divisi Satu, sementara Al-Saqr kini mengoleksi 14 poin.

Hasil ini memperpanjang rangkaian kegagalan Al-Bukayriyah sejak awal musim, di mana tim belum mampu meraih konsistensi meski telah melakukan pergantian pelatih dalam beberapa pekan terakhir, langkah yang sejauh ini belum membuahkan perbaikan signifikan.

Sebelumnya, Al-Bukayriyah sempat menang atas Hajer di pekan kesembilan, namun kemudian kalah 0-3 dari Al-Jabalain di pekan ke-10, dan kini kebobolan empat gol dari Al-Saqr di pekan ke-11. Dengan demikian, total kebobolan dalam dua laga terakhir mencapai tujuh gol, sementara hanya satu gol yang mampu dicetak.

Rangkaian hasil ini mencerminkan berlanjutnya masalah yang dihadapi Al-Bukayriyah, terutama di lini pertahanan, dengan kekalahan yang terus berulang dan perolehan poin yang minim, sehingga tim tetap berada di papan bawah setelah sebelas pekan kompetisi berjalan.

Catatan ini membuat Al-Bukayriyah menghadapi tantangan semakin berat di fase berikutnya, dengan kebutuhan untuk membenahi kelemahan dan mengembalikan keseimbangan tim, setelah hasil-hasil sejak awal musim menjadi indikator jelas besarnya kesulitan yang dihadapi dalam upaya memperbaiki posisi di klasemen.

Komentar (0)