Ketua Liga Eropa Ragukan Masa Depan Infantino Usai Gagal Jual Hak Piala Dunia
Ketua Asosiasi Liga Eropa menilai posisi Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA kian sulit setelah rencana penjualan hak komersial Piala Dunia gagal dan menuai protes federasi.
Poin Utama
AIClaudio Schaefer, Ketua Asosiasi Liga Sepak Bola Eropa, pada Minggu (16/6), menyatakan bahwa masa depan Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA kini semakin sulit, menyusul kegagalan rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia.
Schaefer, yang organisasinya mewakili 53 liga sepak bola pria dan wanita, menegaskan, "Hanya ada satu kemungkinan hasil yang menanti Infantino setelah gelombang protes yang dipicu rencananya di antara federasi sepak bola benua."
Dalam wawancaranya dengan surat kabar Swiss, SonntagsZeitung, Schaefer menyebut bahwa "badan-badan utama di FIFA tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan tersebut", seraya menambahkan, "Keputusan seperti ini biasanya hanya berujung pada satu hasil di perusahaan atau federasi mana pun."
Menanggapi pertanyaan apakah ini berarti Infantino sudah tidak dapat diterima lagi, Schaefer mengatakan, "Mendorong kesepakatan bisnis besar tanpa sepengetahuan siapa pun biasanya berakhir dengan hasil yang sama."
Pembatalan Rencana dan Hilangnya Kepercayaan
Infantino pada Jumat lalu mengumumkan bahwa FIFA membatalkan rencana penjualan hak komersial setelah mendapat reaksi negatif luas. Dalam perkembangan terkait, UEFA dan CONCACAF pada Sabtu menyatakan telah kehilangan kepercayaan pada kepemimpinan Infantino.
Schaefer, yang juga menjabat CEO Liga Utama Swiss, menambahkan bahwa "usulan tersebut bertujuan memaksimalkan keuntungan pihak ketiga dengan menggelar lebih banyak turnamen besar", menegaskan bahwa rencana itu hanya mempertimbangkan aspek finansial dan mengabaikan pertimbangan lain.
Peringatan Dampak Terhadap Liga Domestik
Schaefer menegaskan Asosiasi Liga Sepak Bola Eropa menolak usulan itu karena akan menambah jadwal pertandingan internasional yang sudah padat, sehingga berpotensi merugikan liga domestik. Ia menambahkan, "Tidak ada seorang pun yang mengetahui rencana ini, bahkan Dewan FIFA sekalipun," seraya mengaku terkejut atas tindakan sepihak Presiden FIFA dalam isu ini.
