Trump Peringatkan FIFA soal Rencana Pemecatan Infantino di Tengah Polemik Kesepakatan Bisnis Besar
Presiden AS Donald Trump memperingatkan FIFA agar tidak memecat Gianni Infantino, di tengah tekanan dan ancaman boikot terhadap turnamen FIFA.
Poin Utama
AIPresiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) agar tidak melakukan "kesalahan besar" jika memecat presidennya, Gianni Infantino. Peringatan itu disampaikan Trump melalui pesan di media sosial. "FIFA akan melakukan kesalahan besar jika, karena alasan apa pun, mempertimbangkan untuk mengganti Presiden Gianni Infantino," tulis Trump, seraya memuji keberhasilan Infantino dalam mengelola Piala Dunia tersukses.
Infantino saat ini menghadapi tekanan yang semakin besar untuk mundur dari jabatannya, terkait usulan penjualan hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta. FIFA sebelumnya mengusulkan pembentukan anak perusahaan bernama FIFA Forward Enterprise senilai 20 miliar dolar AS, untuk mengelola turnamen dan aktivitas lainnya, dengan menawarkan hingga 20% saham untuk dijual.
Investasi dan Kaitan dengan Lingkaran Trump
FIFA memperkirakan dana investasi akan dipimpin oleh Thrive Eternal Fund, yang dikelola oleh Thrive Capital milik Joshua Kushner. Joshua adalah saudara Jared Kushner, menantu Trump, yang membantah mengetahui proyek tersebut. Kesepakatan ini menargetkan pengumpulan dana 4,2 miliar dolar AS melalui penjualan 20% saham, sementara Infantino memberi waktu kepada federasi anggota hingga 19 September mendatang untuk menyetujui proposal itu, dengan tawaran insentif 40 juta dolar AS untuk setiap federasi.
Surat Terbuka dari Federasi Regional dan Ancaman Boikot
Dalam perkembangan lain, UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dan CONCACAF menerbitkan surat terbuka yang menegaskan pentingnya menjaga persatuan sepak bola, serta mengkritik upaya penguasaan kepemimpinan secara individual. "Kepemimpinan dalam sepak bola bukanlah milik pribadi dan tidak berkaitan dengan mempertahankan kekuasaan," demikian isi surat tersebut.
Informasi yang beredar menyebutkan ketiga federasi itu tengah mempertimbangkan untuk menggelar turnamen bersama bagi para pemain di tengah krisis dengan FIFA. Mereka juga mengancam akan memboikot turnamen FIFA, yang semakin memperburuk ketegangan terkait masa depan pengelolaan sepak bola dunia.
