Lompat ke konten
Rabu, 7 Oktober 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Olahraga

Media Inggris kritik politisasi perpisahan Messi soal Kepulauan Falkland

Daily Mail Inggris mengkritik perubahan laga perpisahan Lionel Messi menjadi ajang kampanye soal Kepulauan Falkland.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 1 mnt baca
Lionel Messi dalam laga perpisahan bersama Argentina

Poin Utama

AI

Pertandingan terakhir Lionel Messi bersama tim nasional Argentina melawan Benin di Stadion "El Monumental" pada Rabu dini hari mendapat sorotan luas dari media internasional. Pers Inggris, khususnya harian Daily Mail, menyoroti adanya nuansa politik terkait isu Kepulauan Falkland.

Surat kabar tersebut menjelaskan bahwa acara perpisahan Messi berubah menjadi ajang kampanye soal pulau yang masih dipersengketakan antara Argentina dan Inggris. Messi terlihat memeluk Fabio Santana, salah satu peserta lagu kebangsaan Argentina, yang membawa bendera bertuliskan "Las Malvinas son nuestras"—nama Argentina untuk kepulauan tersebut.

Daily Mail menambahkan, Messi sempat mengedipkan mata saat menyapa Santana, yang pernah bertugas di militer Argentina saat Perang Falkland. Di tribun, juga tampak spanduk besar bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" yang berarti "Kepulauan Malvinas milik Argentina", serta gambar pulau dengan warna bendera Argentina.

Latar belakang sengketa dan kontroversi olahraga

Media Inggris itu mengingatkan kembali kontroversi pada Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina, ketika para pemain Argentina memanfaatkan momentum tersebut untuk menegaskan klaim negaranya atas kepulauan itu. Daily Mail juga menyebut FIFA sempat membuka penyelidikan atas insiden tersebut karena regulasi turnamen melarang pesan politik.

Dalam laporan yang sama, Daily Mail menyinggung hasil referendum warga Kepulauan Falkland pada 2013, di mana 99,8% memilih tetap berada di bawah kedaulatan Inggris. Namun, isu kepulauan ini tetap menjadi titik penting politik bagi rakyat Argentina dan kerap muncul dalam ajang olahraga besar.

Komentar (0)