Lompat ke konten
Senin, 17 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Pusat Konservasi Satwa Liar dan NEOM rayakan kelahiran pertama hyena belang

Pusat Konservasi Satwa Liar Nasional bersama NEOM mendokumentasikan kelahiran pertama hyena belang di Cagar Alam NEOM, menandai keberhasilan adaptasi dan reproduksi satwa ini di alam liar.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 2 mnt baca
Hyena belang di Cagar Alam NEOM

Poin Utama

AI

Pusat Konservasi Satwa Liar Nasional bekerja sama dengan NEOM telah mendokumentasikan kelahiran pertama hyena belang setelah empat ekor satwa ini direlokasi ke Cagar Alam NEOM. Keberhasilan ini menjadi indikator bahwa hyena belang mampu beradaptasi dengan lingkungan baru dan berkembang biak di alam liar. Program ini merupakan bagian dari upaya pusat untuk memperbanyak dan mengembalikan berbagai spesies liar, termasuk predator, serta mendukung pemulihan peran alami mereka dalam ekosistem.

Sebelum dilepasliarkan, sepasang hyena belang dipilih dan menjalani program rehabilitasi serta perawatan di pusat penampungan milik pusat konservasi. Program ini meliputi pemeriksaan kesehatan hewan, pemantauan medis, dan persiapan adaptasi ke habitat alami. Tim ahli juga melakukan penilaian lapangan untuk memastikan lokasi reintroduksi sudah siap dan sesuai secara ekologis untuk menerima hyena.

Pada November 2025, hyena-hyena tersebut dipindahkan ke Cagar Alam NEOM di bawah pengawasan tim medis pusat, lalu dilepas di area yang telah dipersiapkan. Pemantauan dilakukan secara intensif dengan menggunakan kalung pelacak, kamera lapangan, serta observasi langsung. Selain itu, pusat dan NEOM juga menerapkan rencana pemberian pakan terstruktur untuk mendukung perilaku makan alami dan membantu adaptasi hyena setelah dilepasliarkan.

Selama pemantauan berkelanjutan, tim berhasil mendokumentasikan untuk pertama kalinya seekor induk hyena keluar dari sarang bersama anaknya pada Agustus 2026. Induk hyena menunjukkan perilaku alami dalam merawat dan melindungi anaknya, sementara anak hyena dalam kondisi sehat. Tim khusus terus memantau perkembangan dan pertumbuhan anak hyena tersebut.

Kepala Eksekutif Pusat Konservasi Satwa Liar Nasional, Dr. Mohammed Ali Quraban, menjelaskan bahwa kelahiran pertama hyena belang setelah reintroduksi ini merupakan tonggak penting dalam program pengembangbiakan dan reintroduksi satwa liar. Ia menegaskan pentingnya kerja ilmiah terpadu yang dimulai dari pengembangbiakan, rehabilitasi, penilaian habitat, pemilihan lokasi yang tepat, hingga pemantauan pasca pelepasliaran. Quraban juga menyoroti bahwa kolaborasi dengan NEOM menjadi contoh sinergi dengan proyek-proyek besar dalam upaya perlindungan, pengembangbiakan, dan reintroduksi satwa berdasarkan prinsip ilmiah.

Ia menambahkan, pusat telah mencatat hasil signifikan dalam pengembangbiakan hyena belang di bawah perawatan manusia, termasuk kelahiran beberapa anak hyena di fasilitas pengembangbiakan. Quraban menegaskan, reintroduksi satwa ke habitat aslinya merupakan langkah maju untuk membentuk populasi yang stabil dan mampu berkembang biak di alam liar, sekaligus mengembalikan peran ekologis mereka.

Hyena belang berperan penting dalam ekosistem dengan memakan bangkai dan sisa hewan mati. Namun, populasinya di beberapa wilayah mengalami penurunan akibat berbagai ancaman, terutama perburuan dan peracunan. Pusat terus melaksanakan program pengembangbiakan dan reintroduksi satwa liar secara ilmiah, termasuk rehabilitasi, perawatan medis, penilaian habitat, dan pemantauan pasca pelepasliaran. Upaya ini dilakukan bersama mitra ekosistem dan proyek-proyek besar untuk memulihkan populasi satwa liar dan memperkuat keberlanjutan keanekaragaman hayati di Arab Saudi.

Komentar (0)