Lompat ke konten
Rabu, 29 Juli 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Menlu Arab Saudi Hadiri Pertemuan Tingkat Tinggi Dialog Antaragama di Roma

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, menghadiri pertemuan tingkat tinggi dialog antaragama di Roma dan menegaskan pentingnya dialog demi perdamaian.

AJEL Indonesia3 jam lalu · 2 mnt baca
Menlu Saudi dan delegasi hadiri dialog antaragama di Roma

Poin Utama

AI

Pangeran Faisal bin Farhan bin Abdullah, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, hari ini menghadiri pertemuan tingkat tinggi dialog antaragama di Roma, Italia, yang digelar sebagai bagian dari pelaksanaan rencana perdamaian komprehensif. Pertemuan ini dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Italia, Antonio Tajani, serta dihadiri oleh Menteri Luar Negeri dan Diaspora Palestina, Varsin Agabekian Shahin, negara-negara anggota Koalisi Global untuk Implementasi Solusi Dua Negara, dan mitra internasional lainnya.

Dalam sambutannya, Pangeran Faisal bin Farhan menegaskan bahwa dialog antarumat beragama kini menjadi kebutuhan strategis dan pilar utama dalam membangun perdamaian yang adil dan abadi. Ia menekankan bahwa agama-agama samawi didasarkan pada nilai-nilai martabat manusia, keadilan, dan hidup berdampingan secara damai. Ia juga menegaskan bahwa keamanan yang berkelanjutan tidak dapat terwujud jika hak-hak sah pihak lain diabaikan.

Pangeran Faisal juga menyoroti posisi istimewa Kota Yerusalem bagi umat Muslim, Kristen, dan Yahudi, serta menegaskan penolakan Arab Saudi terhadap segala upaya mengubah status sejarah dan hukum Yerusalem beserta situs-situs sucinya, baik Islam maupun Kristen. Ia memperingatkan tentang provokasi berulang di Masjid Al-Aqsa, serangan terhadap tempat-tempat suci, serta tindakan yang memicu ketegangan agama dan menghambat peluang perdamaian.

Sikap Arab Saudi terhadap Pelanggaran dan Kebijakan Internasional

Menteri Luar Negeri menegaskan perlunya penghentian segera terorisme pemukim terhadap rakyat Palestina yang dilakukan dengan perlindungan atau dukungan dari pasukan keamanan Israel, serta pentingnya akuntabilitas bagi para pelaku. Ia menyoroti bahwa perluasan permukiman ilegal yang terus berlangsung melanggar hak-hak rakyat Palestina atas hidup, keamanan, martabat, dan penentuan nasib sendiri, serta merusak landasan perdamaian dan peluang tercapainya stabilitas.

Pangeran Faisal bin Farhan mengapresiasi langkah sejumlah mitra internasional, seperti pelarangan impor produk permukiman, pemberian sanksi terhadap pelanggar hak asasi manusia terhadap warga Palestina, dan pembatasan masuk bagi pemukim yang terlibat kekerasan. Ia juga menyerukan langkah-langkah lebih lanjut untuk memperkuat akuntabilitas dan memastikan pelanggaran tidak dibiarkan tanpa hukuman.

Kerja Sama Internasional dan Rencana Perdamaian

Di akhir sambutannya, Pangeran Faisal menegaskan komitmen Arab Saudi untuk terus bekerja sama dengan Amerika Serikat, Palestina, dan seluruh mitra internasional dalam melaksanakan rencana perdamaian komprehensif Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803, serta Deklarasi New York, termasuk pelaksanaan butir ke-18 yang berkaitan dengan peluncuran jalur dialog antaragama yang berlandaskan nilai toleransi dan hidup berdampingan secara damai.

Dari pihak Arab Saudi, pertemuan ini juga dihadiri oleh pejabat setingkat menteri di Kementerian Luar Negeri, Dr. Manal binti Hasan Radwan.

Komentar (0)