Lompat ke konten
Senin, 2 November 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Mekanisme Canggih Payung Masjid Nabawi Lindungi Jemaah dari Hujan dan Cuaca Ekstrem

Payung Masjid Nabawi melindungi jemaah dari hujan dan panas, didukung teknologi modern serta sistem operasi otomatis.

AJEL Indonesia59 mnt lalu · 2 mnt baca
Payung otomatis Masjid Nabawi melindungi jemaah

Poin Utama

AI

Payung Masjid Nabawi merupakan salah satu sistem rekayasa terkemuka yang memadukan keindahan desain dan efisiensi fungsi, memberikan perlindungan efektif bagi jemaah dan pengunjung dari sinar matahari maupun hujan. Hal ini menciptakan lingkungan yang nyaman untuk beribadah dan bergerak di area sekitar masjid dalam berbagai kondisi cuaca.

Area sekitar Masjid Nabawi dilengkapi 250 payung bergerak dengan total luas lebih dari 143 ribu meter persegi. Setiap payung memiliki panjang dan lebar sekitar 25,5 meter, tinggi sekitar 22 meter, dan berat sekitar 40 ton. Seluruh payung ini mampu menampung lebih dari 228 ribu jemaah sekaligus.

Payung-payung ini berperan penting saat hujan turun, menyediakan area luas yang teduh dan melindungi jemaah dari air hujan secara langsung. Desainnya memenuhi standar konstruksi yang tahan angin, hujan, dan kebakaran, serta terintegrasi dengan sistem drainase untuk mencegah genangan dan meminimalkan risiko terpeleset di area masjid.

Payung-payung tersebut dioperasikan dengan sistem rekayasa presisi melalui unit penggerak khusus, terbuka secara otomatis saat matahari terbit dan tertutup sebelum matahari terbenam, sehingga pemanfaatan naungan dapat optimal sesuai kebutuhan operasional dan kondisi cuaca.

Sistem ini juga dilengkapi teknologi penyejuk udara, termasuk 436 kipas kabut yang tersebar di sisi payung. Setiap kipas memiliki 16 nozzle untuk menyemprotkan air olahan, serta lebih dari 1.000 unit lampu untuk meningkatkan layanan bagi jemaah dan pengunjung selama 24 jam penuh.

Struktur payung terbuat dari tiang dan lengan logam yang diperkuat serat kaca dan karbon. Beberapa bagiannya dihiasi mozaik, dan ornamen dekoratifnya menggunakan tembaga berlapis emas, menciptakan keseimbangan antara kebutuhan teknis dan estetika arsitektur kawasan.

Sistem payung ini dikendalikan dari ruang kontrol pusat yang memungkinkan pemantauan dan pengelolaan operasi sesuai kebutuhan area dan jumlah jemaah, sehingga respons terhadap perubahan cuaca dapat dilakukan dengan cepat.

Komentar (0)