Lompat ke konten
Senin, 7 September 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Kementerian Haji dan Umrah tingkatkan layanan jemaah dengan kecerdasan buatan

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi memanfaatkan kecerdasan buatan dan analisis data untuk meningkatkan layanan bagi jemaah haji dan umrah.

AJEL Indonesia53 mnt lalu · 2 mnt baca
Kementerian Haji dan Umrah gunakan kecerdasan buatan

Poin Utama

AI

Kementerian Haji dan Umrah memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dan analisis data dalam pengembangan layanan bagi jemaah haji dan umrah, mengubah data menjadi wawasan dan prediksi yang mendukung perencanaan serta pengambilan keputusan. Selain itu, kementerian juga menghadirkan solusi cerdas untuk pengelolaan pergerakan dan pengelompokan jemaah, sehingga memudahkan perjalanan haji dan umrah serta meningkatkan pengalaman para tamu Allah, sejalan dengan perhatian besar pemerintah Arab Saudi dalam melayani jemaah dan pencapaian target Visi Saudi 2030 serta Program Layanan Jemaah.

Kementerian berupaya memaksimalkan nilai strategis data melalui analisis lanjutan, kecerdasan buatan, dan pengenalan pola, serta melakukan studi terkait tren haji dan umrah, perilaku dan preferensi jemaah, serta dinamika permintaan dan penawaran. Analisis prediktif juga digunakan untuk memperkirakan waktu kedatangan dan keberangkatan, durasi tinggal, dan trennya, guna mendukung perencanaan, kesiapan dini, dan pengambilan keputusan.

Pada aspek operasional, kementerian menerapkan algoritma canggih untuk mengelola pergerakan dan pengelompokan jemaah, menganalisis arus kerumunan dan memprediksi waktu-waktu puncak, serta menganalisis pergerakan bus dan mengoptimalkan rute transportasi antar lokasi suci. Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi mobilitas dan mendukung keputusan operasional selama musim haji dan umrah.

Untuk layanan langsung kepada jemaah, fitur "Nusuk AI" menjadi salah satu solusi berbasis kecerdasan buatan yang menyediakan informasi dan panduan terkait haji, umrah, dan ziarah, serta menjawab pertanyaan dalam lebih dari 180 bahasa dan mendukung interaksi suara. Sejak diluncurkan, layanan ini telah dimanfaatkan oleh lebih dari dua juta pengguna, termasuk 393 ribu orang pada bulan lalu saja.

Kementerian juga menyediakan layanan "Mutawwif Digital" melalui aplikasi "Nusuk", sebagai pendamping cerdas yang menemani jemaah selama menjalankan ibadah. Layanan ini memanfaatkan kecerdasan buatan berbasis lokasi untuk memahami posisi, pergerakan, dan konteks perjalanan jemaah secara real-time, mengarahkan ke jalur dan lantai yang paling sesuai, serta menghitung putaran thawaf dan sa’i secara otomatis, sekaligus menampilkan panduan dan doa yang relevan di setiap tahap. Layanan ini telah digunakan lebih dari dua juta kali dalam satu bulan, dan lebih dari 1,4 juta pengguna telah menyelesaikan thawaf dan sa’i secara digital melalui aplikasi tersebut.

Baru-baru ini, Kementerian Haji dan Umrah meraih "Label Etika Kecerdasan Buatan" dari Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan Saudi (SDAIA) untuk layanan "Nusuk AI", sebagai bukti komitmen terhadap prinsip penggunaan teknologi cerdas yang bertanggung jawab dan tepercaya, serta terus mengembangkan layanan dan mendukung pengambilan keputusan berbasis kecerdasan buatan demi membangun pengalaman yang lebih cerdas dan proaktif bagi jemaah.

Komentar (0)