Lompat ke konten
Sabtu, 5 September 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Arab Saudi Perkuat Investasi dengan China dan Bangun Rantai Nilai Global

Kementerian Investasi Arab Saudi menegaskan upaya memperdalam kemitraan investasi dengan China, termasuk membangun rantai nilai yang melayani pasar global.

AJEL Indonesia38 mnt lalu · 2 mnt baca
Delegasi Arab Saudi dan China dalam forum investasi

Poin Utama

AI

Pejabat Kementerian Investasi untuk Urusan Ekonomi dan Studi Investasi, Dr. Saad Al-Shahrani, menegaskan bahwa Arab Saudi tengah memperdalam kemitraan investasinya dengan China melalui peningkatan investasi timbal balik, penguatan kemitraan industri, serta pembangunan rantai nilai yang melayani pasar Saudi, kawasan, dan dunia.

Dalam sesi dialog strategis investasi antara Arab Saudi dan China di Forum Pasar Keuangan "Select" di Shanghai yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Saudi, Al-Shahrani menyatakan bahwa tahap berikutnya akan berfokus pada investasi, pembangunan, inovasi, dan pertumbuhan bersama.

Ia mengajak perusahaan-perusahaan China untuk memanfaatkan peluang investasi yang ditawarkan Arab Saudi dan berpartisipasi dalam membangun generasi baru industri, seraya menegaskan bahwa Arab Saudi merupakan tujuan investasi yang menawarkan stabilitas dan kekuatan sekaligus peluang dan pertumbuhan.

Al-Shahrani juga memaparkan transformasi yang dialami ekonomi Saudi sejak peluncuran Visi Saudi 2030, di mana ukuran ekonomi telah berlipat ganda dalam satu dekade terakhir, investasi domestik yang diukur dari pembentukan modal tetap bruto juga meningkat dua kali lipat, dan kontribusi sektor swasta terhadap total investasi domestik juga berlipat ganda.

Ia menambahkan bahwa nilai investasi asing langsung di Arab Saudi telah berlipat ganda, aliran investasinya naik sekitar lima kali lipat, dan jumlah perusahaan asing yang beroperasi di Saudi meningkat lebih dari sepuluh kali lipat. Hal ini terjadi bersamaan dengan partisipasi perempuan di pasar kerja yang juga berlipat ganda dan tingkat pengangguran warga Saudi yang turun sebesar 50%.

Al-Shahrani menjelaskan bahwa investasi domestik nonmigas menyumbang sekitar 40% dari produk domestik bruto nonmigas, menempatkan Arab Saudi di peringkat kedua di antara negara-negara G20 setelah China. Ia juga menyoroti bahwa strategi nasional investasi telah melampaui target investasi domestik dan asing setiap tahun sejak diluncurkan.

Ia menambahkan, Arab Saudi kini masuk dalam daftar sepuluh besar negara dunia dalam Indeks Kepercayaan Investasi Asing Langsung. Kepercayaan investor tidak hanya tercermin dari masuknya modal baru, tetapi juga dari ekspansi usaha, reinvestasi, dan komitmen investasi jangka panjang.

Al-Shahrani menegaskan bahwa Arab Saudi tidak sekadar menunggu peluang investasi, melainkan aktif menciptakannya. Ia menjelaskan bahwa Visi Saudi 2030 tidak hanya memperbaiki iklim investasi, tetapi juga mendorong munculnya sektor, industri, dan peluang baru di bidang pariwisata, pertambangan, manufaktur, logistik, teknologi, ekonomi digital, dan sektor-sektor baru lainnya.

Ia menambahkan bahwa investasi kini telah berubah dari sekadar hasil pertumbuhan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan, dan tahap selanjutnya akan lebih menekankan pada penarikan investasi yang lebih berkualitas dan produktif, serta beralih dari sekadar mengukur besaran investasi menjadi mengukur dampak ekonominya.

Ia menjelaskan bahwa pengukuran dampak tersebut meliputi kontribusi investasi terhadap PDB, peningkatan produktivitas, transfer teknologi dan pengetahuan, penciptaan lapangan kerja berkualitas, pembukaan pasar baru, serta peningkatan ekspor.

Al-Shahrani menutup dengan menegaskan bahwa Arab Saudi mengundang perusahaan-perusahaan China tidak hanya untuk berinvestasi, tetapi juga untuk berpartisipasi dalam membangun industri masa depan di Arab Saudi, kawasan, dan dunia.


Komentar (0)