Lompat ke konten
Selasa, 11 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Musim Kulaibin Dimulai di Arab Saudi, 13 Hari Puncak Panas dan Panen Kurma

Musim Kulaibin telah dimulai di Arab Saudi dan akan berlangsung selama 13 hari, bertepatan dengan puncak musim panas dan masa panen kurma di sejumlah wilayah.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 2 mnt baca
Musim panen kurma di Arab Saudi

Poin Utama

AI

Musim Kulaibin mulai berlangsung hari ini di Arab Saudi dan akan berlangsung selama 13 hari. Musim ini merupakan salah satu periode penting dalam perhitungan anwa dan kalender pertanian, serta terkait erat dengan tradisi masyarakat yang mengamati bintang untuk menentukan waktu-waktu penting dalam setahun, perubahan cuaca, dan kematangan buah-buahan.

Kulaibin dikenal sebagai nama untuk dua bintang yang berdekatan dan termasuk dalam fase "Nathrah" dalam kalender astronomi. Musim Kulaibin menandai fase lanjutan musim panas dan datang sebelum masuknya musim "Suhail".

Peneliti kalender pertanian, Muhammad Al-Wad'i, menjelaskan bahwa dimulainya musim Kulaibin merupakan titik penting dalam perhitungan musim pertanian. Musim ini berlangsung selama 13 hari di puncak suhu panas, bersamaan dengan masa panen sejumlah hasil bumi dan buah-buahan, serta erat kaitannya dengan kalender pertanian dan tradisi masyarakat.

Kematangan Kurma dan Ragam Aktivitas Pertanian

Periode ini bertepatan dengan fase lanjutan musim panen ruthab (kurma setengah matang) dan kurma matang. Pohon kurma di berbagai wilayah Arab Saudi memasuki masa perubahan warna, kematangan, dan panen, meski waktu panen berbeda-beda tergantung jenis dan kondisi iklim setempat.

Di wilayah Asir, aktivitas pertanian sangat beragam selama periode ini karena perbedaan ketinggian, topografi, dan iklim. Perawatan berbagai hasil bumi lokal seperti sorgum, gandum, jelai, jagung manis, serta buah dan sayuran musiman terus dilakukan.

Makna Iklim dan Budaya

Musim Kulaibin memiliki makna iklim dan pertanian dalam ingatan masyarakat lokal. Dahulu, para petani mengandalkan bintang-bintang sebagai penanda waktu untuk mengatur pekerjaan dan memantau pertumbuhan serta kematangan hasil bumi, sekaligus sebagai petunjuk perubahan cuaca.

Dengan kemajuan ilmu astronomi dan meteorologi, kini pemantauan cuaca dan prediksi perubahannya lebih mengandalkan teknologi dan data ilmiah, meski nama-nama bintang dan musim tradisional tetap hidup dalam ingatan kolektif masyarakat sebagai bagian dari warisan budaya dan lingkungan.

Musim Kulaibin akan berlangsung hingga 23 Agustus, kemudian akan disusul oleh musim "Suhail" menurut kalender tradisional, menandai peralihan musim yang secara historis terkait dengan perubahan cuaca, kematangan hasil bumi, dan siklus kerja pertanian.

Komentar (0)