Kompetisi Internasional Al-Qur'an King Abdulaziz ke-46 Dimulai di Mekkah
Kompetisi Internasional King Abdulaziz ke-46 untuk Hafalan Al-Qur'an resmi dimulai di Mekkah dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarahnya.
Poin Utama
AIDi bawah naungan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, hari ini dimulai penyelenggaraan Kompetisi Internasional King Abdulaziz ke-46 untuk Hafalan, Tilawah, dan Tafsir Al-Qur'an yang diselenggarakan oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan di Mekkah. Kompetisi ini diikuti oleh 334 peserta putra dan putri dari 133 negara, menjadi jumlah peserta terbanyak sejak kompetisi ini didirikan sekitar empat dekade lalu.
Kompetisi ini bertujuan mendorong generasi muda Muslim untuk menghafal dan memahami Al-Qur'an, menumbuhkan semangat persaingan yang sehat, serta mempererat hubungan generasi muda dengan Al-Qur'an. Selain itu, ajang ini juga menyoroti peran dan kepemimpinan Arab Saudi dalam pelayanan, pendidikan, dan pembinaan para penghafal Al-Qur'an.
Babak final dan acara penutupan untuk peserta putra akan digelar di Masjidil Haram, sementara kompetisi dan penutupan untuk peserta putri akan berlangsung di ruang konferensi Hotel Hilton Mekkah. Untuk pertama kalinya dalam sejarah kompetisi, diadakan lomba terpisah khusus perempuan, menandai kemajuan dan perluasan partisipasi internasional serta perhatian terhadap peran perempuan dalam masyarakat Islam.
Rincian Cabang dan Hadiah
Kompetisi ini memiliki lima cabang, meliputi hafalan Al-Qur'an 30 juz dengan tujuh qiraat, hafalan 30 juz beserta tafsir mufradat, hafalan 30 juz, hafalan 15 juz, dan hafalan lima juz berturut-turut. Total hadiah yang diperebutkan mencapai 10.260.000 riyal Saudi, tertinggi sepanjang sejarah kompetisi.
Kementerian telah menyelesaikan seluruh persiapan organisasi, teknis, dan logistik untuk menyambut para peserta, termasuk menyiapkan akomodasi di dekat Masjidil Haram, mempersiapkan lokasi lomba, serta mengadakan program budaya dan kunjungan ke situs bersejarah di Mekkah dan Madinah, guna memperkaya pengalaman peserta dan menampilkan upaya Arab Saudi dalam melayani dua kota suci.
