Arab Saudi Biayai Pemisahan Kembar Siam Fiji Setelah Tiga Negara Minta Bayaran
Arab Saudi menanggung biaya operasi pemisahan kembar siam asal Fiji setelah tiga negara lain meminta bayaran satu juta dolar AS di muka.
Poin Utama
AIArab Saudi menanggung seluruh biaya operasi pemisahan kembar siam asal Fiji, setelah tiga negara lain meminta pembayaran satu juta dolar AS di muka untuk melakukan operasi tersebut, demikian dilaporkan Radio New Zealand.
Menurut laporan tersebut, kedua bayi perempuan bernama De Sicia dan Jesibeli Kikau yang berusia 10 bulan itu lahir sebagai bagian dari tiga bayi kembar di Rumah Sakit Colonial War Memorial di ibu kota Fiji, Suva. Ini merupakan kasus kembar siam pertama di Fiji dalam 20 tahun terakhir.
Delapan Bulan Mencari Pengobatan
Radio New Zealand menyebutkan, tim medis di Fiji menghabiskan waktu delapan bulan mencari pihak yang mampu melakukan operasi pemisahan, dengan menghubungi Australia, Selandia Baru, Meksiko, Inggris, dan Amerika Serikat. Tiga dari negara tersebut meminta pembayaran satu juta dolar AS di muka, sementara pihak lain menunjukkan minat atas kasus ini untuk tujuan penelitian.
Arab Saudi Tanggung Seluruh Biaya
Radio New Zealand menambahkan, pemerintah Arab Saudi menyetujui pelaksanaan operasi secara gratis atas dasar kemanusiaan dan menanggung seluruh biaya perjalanan kembar siam beserta orang tua dan kakak mereka, termasuk tiket pesawat dan akomodasi. Pemerintah Fiji juga mengirimkan seorang dokter untuk mendampingi keluarga dan berkoordinasi dengan tim medis di Rumah Sakit King Salman di Riyadh.
Evaluasi Medis Menyeluruh di Riyadh
Radio New Zealand menjelaskan, tim dokter di Riyadh akan melakukan evaluasi ulang kondisi kembar siam sebelum menentukan jadwal operasi. Kedua bayi perempuan tersebut menempel dari bawah tulang rusuk hingga panggul, masing-masing memiliki jantung dan paru-paru sendiri, namun berbagi beberapa organ seperti kandung kemih serta sebagian usus dan kolon.
Harapan Tinggi untuk Operasi
Radio New Zealand mengutip pernyataan dokter Elisapeci Tobeka yang menyebutkan bahwa indikator medis menunjukkan hasil positif dan peluang keberhasilan operasi pemisahan cukup tinggi untuk kasus seperti ini, meski semua kemungkinan tetap terbuka hingga operasi dilakukan. Ia menambahkan, kedua bayi tidak mengalami masalah kesehatan besar sejak lahir dan tumbuh secara normal. Ia juga menyampaikan rasa syukurnya atas respons Arab Saudi yang menangani kasus ini atas dasar kemanusiaan.
