Lompat ke konten
Selasa, 22 September 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Pertemuan Menteri GCC dan Swiss Perdana Perkuat Kemitraan Strategis

Pertemuan menteri pertama antara Dewan Kerja Sama Teluk dan Swiss di New York menandai babak baru kerja sama dan kemitraan strategis kedua pihak.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 2 mnt baca
Pertemuan menteri GCC dan Swiss di New York

Poin Utama

AI

Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama untuk Negara-Negara Arab di Teluk (GCC), Jassim Mohammed Al-Budaiwi, menegaskan bahwa pertemuan menteri gabungan perdana antara GCC dan Konfederasi Swiss merupakan langkah penting untuk memperkuat dialog politik dan konsultasi antara kedua pihak, serta membuka peluang baru dalam pengembangan hubungan ke tingkat yang lebih maju dan efektif.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada pertemuan menteri yang digelar di New York, dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani dan Anggota Dewan Federal Swiss Ignazio Cassis, serta dihadiri para menteri luar negeri negara anggota GCC.

Al-Budaiwi menjelaskan bahwa hubungan antara GCC dan Swiss mengalami kemajuan signifikan tahun ini, terutama setelah penandatanganan nota kesepahaman untuk membangun dialog strategis pada Januari lalu. Ia menyampaikan harapan agar nota kesepahaman tersebut dapat diwujudkan dalam inisiatif nyata yang memperkuat kepentingan bersama.

Rencana Aksi Bersama dan Perluasan Kerja Sama

Sekretaris Jenderal mengungkapkan bahwa kedua pihak tengah menyiapkan rancangan rencana aksi bersama yang mencakup usulan kerja sama di bidang politik, budaya, pembangunan, dan kemanusiaan. Ia berharap proses persetujuan rencana ini dapat segera diselesaikan guna mempererat hubungan bilateral.

Sikap Regional dan Internasional

Al-Budaiwi menyoroti tantangan yang dihadapi negara-negara GCC sejak 28 Februari 2026 akibat serangan rudal balistik dan drone dari Iran dan sekutunya, yang menargetkan infrastruktur vital serta menyebabkan korban jiwa dan kerugian materi, meskipun negara-negara GCC tidak terlibat dalam perang dan berupaya menjadi mediator serta meredam eskalasi.

Ia menegaskan bahwa gangguan pelayaran dan penutupan Selat Hormuz berdampak pada seluruh dunia, menyebabkan kenaikan harga energi dan gangguan rantai pasok. Ia menekankan bahwa keamanan jalur pelayaran di Teluk merupakan kepentingan internasional, serta meminta Iran sepenuhnya mematuhi Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2817, menghentikan serangan, dan mengembalikan pelayaran ke kondisi normal.

Isu Palestina dan Seruan Pengakuan Swiss

Sekretaris Jenderal kembali menegaskan pentingnya isu Palestina dan perlunya mengakhiri pendudukan Israel serta mendirikan negara Palestina merdeka dengan perbatasan 1967 dan Yerusalem Timur sebagai ibu kota, sesuai Inisiatif Perdamaian Arab dan resolusi internasional. Ia juga menyampaikan harapan agar Swiss mengakui negara Palestina sebagai dukungan terhadap solusi dua negara.

Di akhir sambutannya, Al-Budaiwi berharap pertemuan menteri perdana ini menjadi awal babak baru dalam hubungan GCC dan Swiss, serta memperkuat kemitraan ke tingkat yang lebih ambisius melalui pemahaman dan kerja sama yang telah terjalin.

Komentar (0)