Lompat ke konten
Selasa, 18 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Fakultas Astronomi Jeddah: Istilah 'Gerhana Palsu' Tidak Tepat Secara Ilmiah

Fakultas Astronomi Jeddah menegaskan istilah 'gerhana palsu' untuk gerhana penumbra bulan tidak akurat secara ilmiah meski sering digunakan.

AJEL Indonesia41 mnt lalu · 2 mnt baca
Ilustrasi gerhana penumbra bulan

Poin Utama

AI

Fakultas Astronomi Jeddah menjelaskan bahwa sejumlah materi astronomi menggunakan istilah "gerhana palsu" untuk merujuk pada gerhana penumbra bulan. Secara bahasa, istilah ini mungkin mudah dipahami karena jenis gerhana ini tampak sangat samar sehingga sulit bagi pengamat untuk melihat perubahan cahaya bulan. Namun, penggunaan istilah "gerhana palsu" dinilai tidak tepat secara ilmiah.

Melalui akun resminya di platform X, Fakultas Astronomi Jeddah menegaskan bahwa istilah yang benar adalah "gerhana penumbra bulan" karena istilah ini lebih akurat menggambarkan fenomena dan mekanisme terjadinya. Gerhana bulan terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan saat purnama, sehingga Bulan melewati bayangan yang dilemparkan Bumi ke angkasa. Bayangan ini terdiri dari dua bagian utama: umbra (bayangan inti) dan penumbra (bagian luar yang lebih samar).

Ketua Fakultas, insinyur Majid Abu Zahrah, menjelaskan bahwa gerhana penumbra terjadi ketika Bulan sepenuhnya atau sebagian melewati penumbra Bumi tanpa memasuki umbra. Akibatnya, terjadi penurunan cahaya Bulan yang sangat terbatas sehingga perubahan tersebut sering kali tidak tampak jelas dengan mata telanjang, terutama pada gerhana penumbra yang lemah.

Abu Zahrah menambahkan, meski tampakannya samar, fenomena ini tetap merupakan peristiwa astronomi nyata dengan geometri yang jelas dan waktu kejadian yang dapat dihitung secara presisi. Gerhana penumbra merupakan salah satu dari tiga jenis utama gerhana bulan, selain gerhana sebagian dan total.

Ia juga mengingatkan bahwa penyebutan fenomena ini sebagai "palsu" dapat menimbulkan kebingungan di masyarakat karena seolah-olah bukan gerhana sungguhan. Sementara itu, istilah "gerhana penumbra" secara langsung menjelaskan area yang dilalui Bulan dan alasan perubahan cahaya yang terbatas. Ia menegaskan pentingnya penggunaan istilah ilmiah yang tepat dalam konten astronomi, terutama di era penyebaran informasi yang sangat cepat melalui media sosial.

Komentar (0)