Arab Saudi dan Turki Bahas Penguatan Kerja Sama Perangi Terorisme di Riyadh
Sekretaris Jenderal Koalisi Islam Militer bertemu Duta Besar Turki di Riyadh untuk membahas penguatan kerja sama dan koordinasi dalam memerangi terorisme.
Poin Utama
AISekretaris Jenderal Koalisi Islam Militer untuk Memerangi Terorisme, Letnan Jenderal Penerbang Mohammed bin Said Al-Mughaidi, hari ini menerima Duta Besar Republik Turki untuk Arab Saudi, Dr. Emrullah Isler, di markas koalisi di Riyadh.
Kedua pihak membahas peluang kerja sama antara Koalisi Islam dan Turki di bidang-bidang yang menjadi perhatian bersama, serta upaya memperkuat koordinasi guna meningkatkan upaya kolektif dalam memerangi terorisme dan ekstremisme, serta menghadapi tantangan keamanan dan ideologi yang berkembang pesat di tingkat regional dan internasional.
Al-Mughaidi memaparkan sejumlah program, inisiatif strategis, dan kegiatan utama koalisi di bidang pemikiran, media, pemberantasan pendanaan terorisme, dan militer, serta dukungan yang diberikan kepada negara anggota melalui pengembangan kapasitas, pertukaran pengalaman, dan peningkatan keahlian khusus dalam memerangi terorisme.
Kedua pihak menegaskan pentingnya memperkuat upaya internasional dan memperbanyak kemitraan efektif untuk menghadapi organisasi teroris, memutus sumber ideologi dan pendanaannya, serta menangkal pemanfaatan teknologi modern dan ruang digital oleh kelompok teroris untuk menyebarkan propaganda ekstremis, merekrut individu, dan mengancam keamanan masyarakat.
Perjanjian Mekkah dan Dukungan Kerja Sama Bersama
Kedua pihak juga mengapresiasi Perjanjian Mekkah, menegaskan bahwa perjanjian ini merupakan langkah penting dalam mendukung jalur kerja sama dan solidaritas serta memperkuat keamanan dan stabilitas. Mereka juga menekankan pentingnya memanfaatkan isi perjanjian tersebut untuk memperkuat upaya bersama dalam memerangi terorisme dan ekstremisme serta mendukung keamanan dan perdamaian dunia.
Di akhir kunjungan, Duta Besar Turki meninjau fasilitas markas koalisi dan pusat-pusat spesialisasinya, serta mendengarkan penjelasan mengenai mekanisme kerja, metode penyusunan program dan inisiatif, serta pelaksanaannya di negara-negara anggota.
