Lompat ke konten
Jumat, 25 September 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Pembangunan Pesat di Mekkah Dorong Ekonomi Masa Depan dan Layanan Jemaah

Mekkah mengalami lonjakan pembangunan dan ekonomi yang memperkuat posisinya sebagai pusat global layanan jemaah serta meningkatkan kualitas hidup sesuai Visi Saudi 2030.

AJEL Indonesia59 mnt lalu · 3 mnt baca
Pemandangan pembangunan baru di Mekkah

Poin Utama

AI

Mekkah tengah mengalami transformasi perkotaan dan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pembangunan pesat di kota suci ini telah mengubah wajah Mekkah menjadi model global yang memadukan nilai religius dengan kebutuhan pembangunan modern, mendukung target Visi Saudi 2030 dalam meningkatkan kualitas hidup dan layanan bagi jemaah haji dan umrah.

Laporan Program Layanan Jemaah 2025 menyebutkan, Mekkah telah melaksanakan 87 inisiatif bersama lebih dari 60 lembaga dengan tingkat kepatuhan 100%. Kota ini menerima lebih dari 19,5 juta jemaah haji dan umrah dari luar negeri, terdiri dari 18,03 juta jemaah umrah dan 1,5 juta jemaah haji. Jumlah jemaah umrah meningkat 114% dibandingkan tahun 2022. Tingkat kepuasan jemaah haji dan umrah juga melampaui target visi, masing-masing mencapai 91% dan 94%.

Selain itu, jumlah situs bersejarah dan destinasi edukatif yang telah dikembangkan di Mekkah dan Madinah meningkat menjadi 87 lokasi, yang telah menerima lebih dari 55 juta kunjungan. Sebanyak 184.569 relawan turut berpartisipasi dalam pelayanan jemaah. Total visa yang diterbitkan untuk umrah, kunjungan, dan lainnya mencapai 15,03 juta, dengan visa umrah mencapai 83% dari total tersebut.

Proyek Strategis Dukung Pembangunan Menyeluruh

Dalam beberapa tahun terakhir, Mekkah melaksanakan sejumlah proyek strategis seperti destinasi Masar, proyek Jabal Omar, dan program pengembangan kawasan permukiman. Proyek-proyek ini meningkatkan kapasitas kota, memperbaiki jaringan jalan dan fasilitas umum, serta memperbaiki lingkungan perkotaan, sehingga memperkuat kesiapan Mekkah dalam menyambut lonjakan jumlah jemaah haji dan umrah.

Dekan Fakultas Administrasi dan Ekonomi Universitas Umm Al-Qura, Dr. Musab bin Kamal Al-Subhi, menegaskan bahwa pembangunan pesat ini telah membawa Mekkah menuju ekonomi yang lebih beragam dan berkelanjutan, meningkatkan daya tarik investasi, serta menciptakan peluang ekonomi baru seiring pertumbuhan jumlah jemaah.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik dan Arsitektur Universitas Umm Al-Qura, Dr. Omar Usrah, menyatakan bahwa kekhasan religius dan historis Mekkah menuntut penerapan solusi perencanaan dan rekayasa canggih yang menyeimbangkan ekspansi perkotaan dengan pelestarian identitas Islam, termasuk pemanfaatan teknologi cerdas dalam pengelolaan fasilitas, keramaian, dan layanan.

Transformasi Digital dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Dalam kerangka transformasi digital, Mekkah bergerak menuju konsep kota pintar dengan memanfaatkan kecerdasan buatan dan analisis data untuk pengelolaan fasilitas dan layanan, sehingga meningkatkan efisiensi operasional, mendukung pengambilan keputusan, dan meningkatkan keselamatan penduduk serta pengunjung.

Indikator Program Layanan Jemaah menunjukkan bahwa Pakistan, Indonesia, dan Mesir menjadi negara asal utama jemaah umrah pada 2025, mencerminkan perluasan geografis arus jemaah dan perlunya pengembangan sistem operasional yang mampu mengikuti pertumbuhan tersebut.

Proyek-proyek pembangunan ini juga mendorong aktivitas ekonomi, menciptakan lapangan kerja langsung dan tidak langsung, serta mendorong investasi di sektor perumahan, perhotelan, ritel, dan logistik. Hal ini turut mendukung pertumbuhan usaha kecil dan menengah serta meningkatkan kontribusi sektor layanan jemaah terhadap perekonomian lokal.

Mekkah Masuk Daftar Kota Paling Banyak Dikunjungi di Dunia

Mekkah mencatat prestasi internasional dengan menempati peringkat kelima dunia dalam indeks kota dengan kunjungan internasional terbanyak, menurut laporan tahunan Program Layanan Jemaah. Capaian ini mencerminkan kemajuan infrastruktur dan kemampuan operasional kota suci.

Seluruh pencapaian ini menegaskan bahwa pembangunan pesat di Mekkah telah menjadi proyek pembangunan terintegrasi yang menggabungkan perencanaan kota, pertumbuhan ekonomi, transformasi digital, dan keberlanjutan. Hal ini memperkuat kesiapan Mekkah untuk terus melayani jemaah haji dan umrah serta meningkatkan kualitas hidup penduduk dan pengunjungnya.

Komentar (0)