Lompat ke konten
Jumat, 31 Juli 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Otoritas Cuaca Arab Saudi Bantah Istilah 'Pembakaran Termal', Pengaruh El Nino Terbatas

Juru bicara Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi menegaskan istilah 'pembakaran termal' tidak didukung laporan ilmiah, sementara pengaruh El Nino di Arab Saudi terbatas.

AJEL Indonesia1 jam lalu · 2 mnt baca
Hussein Al-Qahtani juru bicara Pusat Meteorologi Nasional Saudi

Poin Utama

AI


Juru bicara Pusat Meteorologi Nasional, Hussein Al-Qahtani, membantah kebenaran informasi yang beredar mengenai istilah 'pembakaran termal'. Ia menegaskan bahwa istilah tersebut tidak didukung oleh laporan ilmiah yang diakui, dan rujukan utama dalam memantau fenomena iklim tetap pada laporan lembaga ilmiah resmi.

Dalam wawancara di program "MBC in a Week", Al-Qahtani menjelaskan bahwa isu 'pembakaran termal' bertentangan dengan laporan ilmiah dari organisasi internasional dan Pusat Regional Perubahan Iklim. Ia menilai informasi tersebut lebih bersifat sensasional di media daripada berbasis ilmiah.

Ia menambahkan, laporan yang diterbitkan Pusat Regional Perubahan Iklim menggunakan metodologi ilmiah untuk memantau dampak fenomena iklim di Jazirah Arab dan Arab Saudi, serta menjadi indikator awal bagi prakiraan cuaca yang dikeluarkan Pusat Meteorologi Nasional.

Al-Qahtani juga menyampaikan bahwa Pusat Regional Perubahan Iklim secara rutin memantau fenomena iklim global, termasuk fenomena El Nino. Ia menegaskan, studi ilmiah menunjukkan pengaruh El Nino terhadap Arab Saudi dan Jazirah Arab bersifat tidak langsung.

Ia menjelaskan, fenomena ini terjadi akibat kenaikan suhu air laut yang menyebabkan gangguan iklim seperti gelombang panas, hujan lebat, dan periode kekeringan di wilayah yang terdampak langsung, sementara dampaknya di Arab Saudi tetap terbatas.

Al-Qahtani menambahkan, pusat telah menerbitkan laporan tambahan berisi indikator suhu, peluang hujan, dan potensi kekeringan di sejumlah wilayah Arab Saudi. Indikator tersebut telah disampaikan lebih awal kepada instansi terkait untuk langkah antisipasi.

Al-Qahtani menegaskan, fenomena El Nino biasanya berulang setiap dua hingga tujuh tahun, dengan dampak yang bervariasi tergantung pada kenaikan suhu laut. Ia menyebut beberapa negara tahun ini mengalami dampak langsung berupa gelombang panas dan kekeringan.

Ia menekankan, tidak semua fenomena cuaca atau kenaikan suhu global dapat dikaitkan dengan El Nino, terutama selama musim panas.

Al-Qahtani juga menjelaskan, suhu yang tercatat di Arab Saudi hingga saat ini masih dalam kisaran normal dan belum menunjukkan level ekstrem dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia memperkirakan suhu akan naik sekitar satu hingga dua derajat di atas rata-rata pada bulan Agustus.


Komentar (0)