Lompat ke konten
Selasa, 15 September 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Diwan Al-Mazhalim Tetapkan Kerangka Tata Kelola AI untuk Penggunaan Bertanggung Jawab

Ketua Diwan Al-Mazhalim menetapkan kerangka tata kelola kecerdasan buatan bertepatan dengan Forum UNESCO di Riyadh, demi pengaturan dan keamanan penggunaan.

AJEL Indonesia59 mnt lalu · 1 mnt baca
Ketua Diwan Al-Mazhalim tetapkan kerangka AI di Riyadh

Poin Utama

AI

Ketua Diwan Al-Mazhalim sekaligus Ketua Dewan Kehakiman Administratif, Dr. Ali bin Ahmad Al-Ohidib, pada Selasa, 15 September 2026, menetapkan kerangka tata kelola penggunaan sistem kecerdasan buatan di Diwan Al-Mazhalim. Keputusan ini bertepatan dengan pembukaan Forum Global UNESCO tentang Etika Kecerdasan Buatan edisi keempat yang digelar di Riyadh.

Dr. Al-Ohidib menjelaskan bahwa etika kecerdasan buatan di Arab Saudi kini menjadi bagian penting dalam praktik tata kelola nasional. Diwan Al-Mazhalim berupaya memberdayakan sumber dayanya untuk memanfaatkan AI di ranah peradilan dan administrasi, sebagai bagian dari upaya Tahun Kecerdasan Buatan 2026.

Kerangka baru ini bertujuan mengatur penggunaan sistem kecerdasan buatan dalam pekerjaan peradilan, administrasi, serta platform digital Diwan, memastikan penggunaan yang bertanggung jawab dan aman, serta melindungi data dan meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan dan kebijakan nasional terkait.

Dokumen Prinsip Sebelumnya dan Kerangka Tinjauan Berkala

Sebelumnya, pada Maret lalu, Diwan Al-Mazhalim telah meluncurkan dokumen prinsip penggunaan sistem kecerdasan buatan untuk mengatur pengembangan dan pemanfaatan sistem tersebut di lingkungan internal, serta menetapkan aturan dan etika terkait.

Kerangka tata kelola baru ini mengacu pada kebijakan dan pedoman yang dikeluarkan lembaga-lembaga terkait, serta kebijakan dan aturan internal yang berlaku di Diwan. Kerangka ini juga mencakup mekanisme peninjauan dan pembaruan oleh Kantor Kecerdasan Buatan dan Teknologi Baru di Pusat Layanan Peradilan Digital, guna mengikuti perkembangan pesat dan meningkatkan kesadaran akan prinsip penggunaan yang bertanggung jawab.

Komentar (0)