Lompat ke konten
Rabu, 26 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Arab Saudi

Pinjaman Fintech untuk Proyek Industri di Arab Saudi Naik 130 Persen

Volume pinjaman perusahaan teknologi finansial untuk proyek industri di Arab Saudi melonjak 130 persen pada paruh pertama 2026, mencapai 541 juta riyal.

AJEL Indonesia4 jam lalu · 2 mnt baca
Gedung industri dan logo fintech di Arab Saudi

Poin Utama

AI

Kementerian Industri dan Sumber Daya Mineral mengumumkan kenaikan signifikan dalam volume pinjaman perusahaan teknologi finansial (fintech) untuk proyek industri di Arab Saudi, yang mencapai 541 juta riyal Saudi pada paruh pertama 2026. Pertumbuhan ini menunjukkan peningkatan sebesar 130 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana total pinjaman tercatat sebesar 234 juta riyal.

Kementerian menjelaskan bahwa pertumbuhan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menyediakan berbagai solusi pembiayaan yang mendukung pertumbuhan dan ekspansi sektor industri di Arab Saudi.

Kemitraan Strategis dengan Perusahaan Fintech

Kementerian menyebutkan bahwa lonjakan ini dicapai berkat kemitraan strategis yang dijalin dengan sejumlah perusahaan fintech terkemuka, di antaranya Taameed, Tarmeez Financial, Dinar, Furas, Yanal, Sukuk, dan Lendo. Jumlah perusahaan yang diajak bekerja sama meningkat dari tiga pada paruh pertama 2025 menjadi tujuh perusahaan pada periode yang sama tahun ini.

Kementerian menambahkan bahwa kemitraan ini bertujuan mengatasi tantangan pembiayaan yang dihadapi pelaku industri, serta menghubungkan mereka dengan solusi kredit yang fleksibel dan inovatif untuk mendukung kelangsungan produksi dan perluasan operasi, melalui berbagai produk pembiayaan seperti pembiayaan modal kerja, pembiayaan faktur, dan pembiayaan ekspansi proyek industri.

Workshop dan Perluasan Kemitraan

Dalam konteks ini, kementerian juga mengadakan serangkaian workshop bagi para pengusaha dan investor industri untuk meningkatkan pemahaman mengenai solusi pembiayaan dari perusahaan fintech serta cara memanfaatkannya. Kementerian juga berupaya memperluas basis kemitraan dengan perusahaan fintech guna mendiversifikasi produk pembiayaan dan meningkatkan volume pinjaman untuk sektor industri.

Inisiatif ini mencakup berbagi basis data pabrik dengan penyedia solusi pembiayaan untuk memudahkan akses perusahaan industri terhadap fasilitas keuangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dukungan Berkelanjutan bagi Sektor Industri

Sistem industri di Arab Saudi terus menyediakan berbagai fasilitas dan inisiatif yang mendorong investasi industri, terutama melalui beragam pilihan pembiayaan, sejalan dengan target Visi Saudi 2030 yang bertujuan memperkuat peran industri sebagai pilar utama dalam diversifikasi ekonomi nasional dan menjadikan Arab Saudi sebagai kekuatan industri terdepan.

Komentar (0)