Lompat ke konten
Kamis, 23 Juli 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Dunia

Laporan: Iran Bangun Kembali Fasilitas Militer dengan Cepat Meski Dihantam AS dan Israel

Wall Street Journal melaporkan Iran membangun kembali fasilitas militernya lebih cepat dari perkiraan meski mendapat serangan Amerika Serikat dan Israel.

AJEL Indonesia47 mnt lalu · 3 mnt baca
Fasilitas militer Iran yang rusak akibat serangan udara

Poin Utama

AI

Surat kabar Wall Street Journal mengungkapkan bahwa Iran mulai membangun kembali fasilitas militer dan infrastruktur yang rusak akibat serangan Amerika Serikat dan Israel dengan kecepatan lebih tinggi dari yang diperkirakan, berdasarkan citra satelit dan pernyataan pejabat Israel serta Barat.

Surat kabar itu menjelaskan bahwa rekonstruksi meliputi pangkalan rudal di dalam pegunungan, jembatan, pelabuhan, dan fasilitas produksi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pejabat Israel mengenai efektivitas kampanye udara yang, menurut laporan tersebut, mencakup lebih dari 20.000 serangan selama puncak perang, dan operasi masih berlanjut di sepanjang pesisir Iran.

Citra Satelit Ungkap Detail Rekonstruksi

Citra yang diambil oleh Planet Labs dan Airbus menunjukkan pintu masuk terowongan di dekat Kota Kangavar, Iran barat, kembali dibuka hanya beberapa pekan setelah diserang, serta pembangunan jalan baru dan penggalian untuk mengaktifkan kembali pangkalan rudal yang sebelumnya ditargetkan serangan. Surat kabar itu juga mengutip seorang pejabat militer Israel yang menyatakan Iran berhasil memperbaiki jembatan yang dibom hanya dalam hitungan hari, sementara citra terbaru menunjukkan rekonstruksi di galangan kapal Pelabuhan Bandar Anzali yang terkait dengan Garda Revolusi Iran.

Dalam konteks yang sama, mantan komandan sistem pertahanan udara dan rudal Israel, Ran Kochav, menyebut kecepatan rekonstruksi ini mencerminkan kemampuan industri Iran, seraya menambahkan bahwa Teheran sebelumnya juga telah membangun kembali sebagian besar infrastrukturnya dan memperbarui persediaan rudal setelah perang 12 hari tahun lalu.

Penilaian Berbeda atas Hasil Kampanye Militer

Meski kerusakan luas masih terjadi, surat kabar itu menilai percepatan rekonstruksi bertentangan dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menegaskan bahwa kampanye militer telah memberikan pukulan telak pada kemampuan militer dan nuklir Iran. Sebaliknya, juru bicara Gedung Putih Anna Kelly menegaskan operasi militer berhasil menghancurkan sebagian besar kemampuan rudal dan produksi Iran serta melemahkan kekuatan angkatan lautnya, dan menyebutnya sebagai "kemenangan besar".

Laporan itu menambahkan bahwa militer Amerika Serikat melanjutkan serangan untuk hari ke-12 berturut-turut, menargetkan lokasi rudal, drone, pusat operasi, dan infrastruktur militer dalam upaya melemahkan pengaruh Iran di Selat Hormuz. Namun, surat kabar itu menjelaskan Iran tetap melancarkan serangan terhadap kapal dan menembakkan rudal ke sekutu Amerika Serikat di kawasan.

Kemampuan Rudal Iran dan Proyeksi ke Depan

Surat kabar itu mengutip analis Tal Inbar yang menyatakan laporan tentang habisnya stok rudal Iran tidak akurat, menegaskan Teheran masih memiliki kemampuan rudal yang efektif. Sejumlah pejabat militer Israel juga menyatakan kekecewaan atas hasil kampanye, menilai Iran sudah mulai membangun kembali sebagian besar lokasi yang diserang, dan serangan ke pintu masuk terowongan di pangkalan rudal tidak menghancurkan fasilitas bawah tanah atau senjata yang disimpan di dalamnya.

Citra satelit menunjukkan upaya rehabilitasi di pangkalan rudal di Kota Dezful dan utara Kermanshah, serta pembangunan kembali gedung di fasilitas Raja Shimi Industries dekat Teheran, yang diyakini terlibat dalam produksi komponen rudal.

Sementara itu, peneliti di King's College London dan mantan analis CIA, Jim Lamson, menyatakan pembangunan kembali beberapa fasilitas khusus bisa memakan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun, namun memperkirakan Iran telah menyimpan komponen strategis di fasilitas bawah tanah sehingga dapat melanjutkan produksi rudal dan drone dalam waktu dekat.

Intelijen Israel: Iran Bertekad Pulihkan Kemampuannya

Wall Street Journal menutup laporannya dengan menyebut badan intelijen Israel meyakini Iran kemungkinan telah memindahkan ribuan mesin sentrifugal ke terowongan di dalam Gunung Bikaks, yang dapat memperkuat kemampuannya membangun kembali program nuklir. Surat kabar itu menegaskan Teheran tampak bertekad memulihkan kemampuan militernya, berapa pun waktu dan biaya yang dibutuhkan.

Komentar (0)