Iran Dihadapkan pada Peluang Bersejarah Setelah Serangan AS Ditunda
Direktur Program Studi Iran, Nabil Al-Atoum, menyebut Iran kini memiliki peluang bersejarah setelah Amerika Serikat menunda serangan militernya.
Poin Utama
AIDirektur Program Studi Iran, Nabil Al-Atoum, menyatakan bahwa Iran kini menghadapi peluang bersejarah setelah Amerika Serikat menunda serangan militernya.
Dalam wawancara di radio Al Arabiya FM, Al-Atoum menambahkan bahwa negara-negara kawasan, terutama Arab Saudi, memainkan peran penting dalam menurunkan ketegangan.
Ia juga menuturkan bahwa negara-negara kawasan berperan sebagai mediator positif, namun pihak Iran dinilai tidak menghargai upaya mediasi tersebut dan dalam beberapa waktu terakhir justru melakukan serangan langsung dengan rudal dan drone yang menargetkan sejumlah fasilitas.
Sementara negara-negara kawasan berupaya meredakan dan menghentikan eskalasi antara Amerika Serikat dan Iran, Iran sendiri terus mengulangi serangannya ke negara-negara kawasan. Di sisi lain, Amerika Serikat ingin segera menyelesaikan posisi tawar setelah gencatan senjata yang baru-baru ini diumumkan oleh Presiden Donald Trump.
Tampilkan cuitan di platform X
