Lompat ke konten
Minggu, 2 Agustus 2026 · Riyadh
العربيةEnglishBuletinKontak
Dunia

Rusia dan Ukraina Terjebak Saling Serang, Perdamaian Masih Jauh

Konflik Rusia-Ukraina kini didominasi serangan balasan tanpa ada mekanisme nyata untuk mengembalikan perdamaian yang hilang.

AJEL Indonesia59 mnt lalu · 1 mnt baca
Asap membubung akibat serangan di Ukraina

Poin Utama

AI

Konflik antara Rusia dan Ukraina kini berubah menjadi ajang serangan balasan, sementara belum ada mekanisme nyata untuk mengembalikan perdamaian yang hilang.

Dalam beberapa jam terakhir, Rusia mengumumkan bahwa pasukannya telah menyerang kapal kargo yang membawa muatan militer di Laut Hitam. Serangan ini terjadi sehari setelah Rusia menargetkan tangki bahan bakar yang diperuntukkan bagi pasukan Ukraina. Selain itu, senjata presisi udara dan drone tempur Rusia juga menyerang tangki bahan bakar milik angkatan bersenjata Ukraina di pelabuhan Odesa.

Sementara itu, Ukraina terus melancarkan serangan drone ke sejumlah wilayah Rusia. Operasi Ukraina menyasar wilayah Belgorod, Bryansk, Volgograd, Voronezh, Kaluga, Kursk, Lipetsk, Oryol, Rostov, Ryazan, Saratov, Tambov, Tula, Moskow, Krimea, Krasnodar, serta perairan Laut Azov dan Laut Hitam. Rusia sendiri mengklaim telah menembak jatuh 635 drone Ukraina di wilayah barat negara itu.

Rusia mengandalkan strategi "menguras persediaan" dalam operasinya terhadap Ukraina, dengan meningkatkan serangan ke ibu kota dan kota-kota lain di Ukraina. Sementara itu, Ukraina mengalami kekurangan sistem pertahanan udara yang mampu menembak jatuh rudal balistik.

Ukraina juga berupaya menyerang target vital di Rusia. Militer Ukraina mengumumkan telah mengebom gudang minyak di Kaluga, serta menyerang kilang minyak dan pangkalan udara di Saratov, Rusia.

Komentar (0)