Rusia Tuduh Ukraina Serang Pembangkit Nuklir Zaporizhzhia dengan Drone
Perusahaan nuklir Rusia, Rosatom, menuduh pasukan Ukraina melancarkan dua serangan drone ke Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia.
Poin Utama
AIPerusahaan nuklir Rusia, Rosatom, hari ini menuduh pasukan Ukraina melakukan dua serangan drone yang menargetkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia. Salah satu serangan terjadi di area dekat ruang reaktor unit ketiga, sementara serangan lainnya menyasar area penyimpanan kering bahan bakar nuklir bekas.
Menurut laporan Al Arabiya, Direktur Jenderal Rosatom, Alexei Likhachev, mengatakan sebuah drone tempur menabrak jalur pejalan kaki yang menghubungkan enam unit pembangkit pada malam sebelumnya. Ia menambahkan, lokasi tabrakan hanya berjarak beberapa meter dari ruang reaktor unit ketiga, namun tidak terjadi ledakan.
Likhachev juga menyebutkan bahwa pada 30 Juli lalu, pasukan Ukraina mencoba menyerang area penyimpanan kering bahan bakar nuklir bekas. Sebuah drone yang tidak meledak ditemukan di dekat bangunan yang digunakan untuk mengangkut kontainer bahan bakar nuklir bekas.
Likhachev menilai serangan-serangan ini menimbulkan risiko langsung terhadap keselamatan fasilitas nuklir dan merupakan upaya baru untuk menargetkan infrastruktur nuklir di Pembangkit Zaporizhzhia.
Sebagai informasi, wilayah Zaporizhzhia merupakan salah satu front utama perang Rusia-Ukraina sejak 2022. Rusia menguasai sebagian besar wilayah ini, sementara Ukraina masih mempertahankan beberapa area lainnya. Pembangkit listrik tenaga nuklir ini adalah yang terbesar di Eropa dan telah berada di bawah kendali pasukan Rusia sejak Maret 2022.
