Peneliti: Irak Tolak Wilayahnya Dijadikan Basis Serangan ke Negara Sahabat dan Negara Saudara
Peneliti politik Wathiq Al-Jaberi menegaskan Irak menolak wilayahnya dijadikan pangkalan untuk menyerang negara sahabat atau negara saudara dan berupaya menjaga hubungan baik.
Poin Utama
AIPeneliti politik Wathiq Al-Jaberi menyatakan bahwa "Irak berupaya menjauhkan diri dari seluruh konflik regional dan internasional."
Al-Jaberi menambahkan melalui siaran "Al Arabiya FM" bahwa "Irak menolak wilayahnya dijadikan titik awal serangan terhadap negara sahabat atau negara saudara, karena hal itu dapat memicu krisis di saat Irak ingin memperbaiki hubungan dengan berbagai negara dan membangun kemitraan."
Peneliti politik itu melanjutkan bahwa "Perdana Menteri Irak Alaa Al-Zaidi telah memberikan kewenangan kepada aparat keamanan untuk bertindak secara langsung dan mengambil langkah yang diperlukan jika muncul ancaman terhadap negara tetangga."
Ia menambahkan, "Diputuskan untuk menempatkan sejumlah pasukan Irak guna memantau wilayah gurun, serta pemerintah Irak telah mengambil sejumlah langkah untuk memastikan senjata hanya berada di tangan negara dan menindak tegas pihak yang tidak mematuhi aturan tersebut."
Perdana Menteri Irak juga memutuskan membentuk komite keamanan bersama dan menetapkan mekanisme pencegahan untuk mencegah segala bentuk ancaman atau pelanggaran yang berasal dari wilayah Irak terhadap negara tetangga. Ia juga menugaskan aparat keamanan untuk menegakkan hukum dan melindungi kedaulatan, menegaskan kesiapan angkatan bersenjata untuk menggagalkan setiap serangan serta komitmen Irak untuk tidak menggunakan wilayahnya sebagai markas atau jalur serangan ke negara lain sesuai hukum internasional.
Tampilkan unggahan di platform X
