ADNOC ungkap 15 kapal diserang di Selat Hormuz sejak awal konflik
Perusahaan ADNOC mengumumkan 15 kapalnya diserang rudal dan drone di Selat Hormuz sejak awal konflik, namun tetap berkomitmen memenuhi kebutuhan pelanggan.
Poin Utama
AIPerusahaan energi Uni Emirat Arab, ADNOC, mengumumkan bahwa 15 kapal miliknya telah menjadi sasaran serangan rudal dan pesawat nirawak saat melintasi Selat Hormuz sejak awal konflik. Meski demikian, perusahaan menegaskan tetap berupaya memenuhi kebutuhan para pelanggannya, meski serangan tersebut berdampak pada personel dan aset perusahaan.
Dalam pernyataan yang dirilis di situs resminya, ADNOC menyebutkan bahwa tiga kapal diserang pada pekan ini, yang mengakibatkan satu anggota kru tewas dan 20 lainnya terluka. Perusahaan menyebut insiden tersebut sebagai "serangan brutal dan tidak beralasan" yang menargetkan karyawan dan aset mereka.
ADNOC menegaskan bahwa mereka terus berupaya memenuhi permintaan pelanggan semaksimal mungkin di tengah situasi dan tantangan luar biasa. Perusahaan juga menyatakan telah mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk melindungi karyawan, aset, dan operasinya, bekerja sama dengan otoritas terkait.
ADNOC menambahkan bahwa keselamatan dan kesejahteraan karyawan tetap menjadi prioritas utama. Perusahaan menilai perkembangan situasi secara individual di setiap lokasi, produk, dan transaksi, guna memastikan kebutuhan pelanggan dan pemangku kepentingan tetap terpenuhi sebisa mungkin.
Perusahaan juga menekankan pentingnya penghormatan dan perlindungan terhadap kebebasan navigasi serta hak pelayaran aman bagi kapal-kapal komersial di jalur perairan internasional, tanpa ancaman, hambatan, atau serangan apa pun.
ADNOC menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi dan merespons dinamika terbaru dengan koordinasi erat bersama otoritas terkait di Uni Emirat Arab.
